Baca Juga: Tragedi di Kota Tual Maluku, Oknum Brimob Diduga Aniaya Kakak Beradik, Satu Pelajar Tewas
Selang 10 menit kemudian, muncul 2 sepeda motor berkecepatan tinggi dari arah Ngadi menuju Tete Pancing.
Sepeda motor pertama dikendarai oleh NK (15) yang merupakan kakak dari korban.
Sementara korban, AT mengendarai motor kedua yang melaju di belakang sang kakak.
Bripda MS yang melihat keduanya sempat memberikan isyarat dengan cara mengayunkan helm taktisnya ke udara.
Sepeda motor yang dikendarai NK yang berkecapatan tinggi melewati Bripda MS, sementara AT yang berada di belakang terjatuh usai helm taktis milik Bripda MS mengenai wajahnya.
Setelah terjatuh, motor AT kemudian menabrak motor NK yang membuat sang kakak terjatuh.
AT dan NK segera dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun, namun karena luka berat yang dialaminya, AT menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu siang, pukul 13.00 WITA.
Sementara NK yang mengalami patah tulang masih menjalani perawatan intensif.
Baca Juga: Tragedi Waduk Menongo Lamongan, 4 Bocah Perempuan Tenggelam saat Bermain, Ini Kronologi Lengkapnya
Keluarga Korban Datangi Mako Brimob
Pasca kejadian, keluarga korban mendatangi Mako Brimob untuk menuntut keadilan atas insiden yang menimpa kedua anaknya.
Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian segera bergerak mengamankan Bripda MS di hari yang sama.
Polres Tual pun segera melakukan gelar perkara dan memeriksan 14 saksi hingga meningkatkan status kasus menjadi penyidikan