SketsaNusantara.id - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Brimob hingga menewaskan siswa MTs berinisial AT (14) menyita perhatian publik.
Kasus ini pun segera ditangani oleh Polres Tuai yang menaikkan statusnya menjadi penyidikan per Jumat, 20 Februari 2026.
Polres Tuai juga menetapkan Bripda Masias Siahaya atau Bripda MS sebagai tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan AT.
“Setelah gelar perkara, Bripda MS langsung ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Tual AKBP Whansi Asmoro dalam konferensi pers di Mapolres Tual pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Polres Tual juga telah mengamankan Bripda MS beserta sejumlah barang bukti, salah satunya helm taktis yang digunakan untuk menganiaya korban.
Dalam konferensi persnya, Asmoro juga membeberkan kronologi insiden yang menewaskan AT.
Bermula dari Patroli Brimob
Insiden dugaan penganiayaan tersebut bermula dari patroli Brimob di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Kegiatan cipta kondisi yang digelar pada Kamis dini hari, 19 Februari 2026 ini awalnya dilaksanakan di Kompleks Mangga Dua, Langgur hingga pukul 2.00 WITA.
Selanjutnya, tim Patroli yang menerima laporan terkait dugaan pemukulan di sekitar wilayah Tete Pancing segera bergerak ke Desa Fiditan, Kota Tual.
Setibanya di lokasi, Bripda MS dan sejumlah anggota Brimob turun dari kendaraan rantis untuk melakukan pengamanan.
Artikel Terkait
Hukuman Mati ABK Fandi di Depan Mata, Hotman Paris Kirim Pesan Terbuka Minta Tolong ke Presiden Prabowo
Guru Besar UI Soroti Perbedaan Sikap Netizen Korea di Tengah Perseteruan SEAblings vs Knetz, Ingatkan Asia Tenggara sebagai 'Tulang Punggung' Global
Viral! Tepung Beras Putih Rose Brand Ternyata Ada Dua Versi, Ini Perbedaan Teksturnya
Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah Kian Mengkhawatirkan, Akses Warga Terputus, Ini Penjelasan Lengkap dari BRIN
KSR PMI Jember Gelar Mustang 2026, Regenerasi Kepemimpinan Demi Relawan Tangguh dan Organisasi yang Lebih Kuat
Tim Gabungan Jember Razia 7 Titik Lokasi Parkir Liar yang Ganggu Aktivitas Lalu Lintas
Warga Korban Banjir Jember Kecewa, Pengembang Perumahan Dinilai Masih Setengah Hati Berikan Solusi