Kamis, 9 Juli 2026

Viral! Tepung Beras Putih Rose Brand Ternyata Ada Dua Versi, Ini Perbedaan Teksturnya

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:30 WIB
Perbandingan dua kemasan Tepung Beras Putih Rose Brand yang tampak serupa. (X/mahakersa)
Perbandingan dua kemasan Tepung Beras Putih Rose Brand yang tampak serupa. (X/mahakersa)

SketsaNusantara.id - Perbincangan mengenai produk tepung beras putih Rose Brand tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Unggahan dari akun X @mahakersa mengungkap fakta menarik bahwa produk tersebut ternyata memiliki dua versi produksi yang berbeda, meskipun secara tampilan kemasan nyaris tidak dapat dibedakan.

Informasi ini menjadi sorotan warganet karena dinilai berpengaruh pada hasil akhir olahan makanan.
 
Baca Juga: Gas Melon Sempat Langka, Bupati Jember Gus Fawait Pastikan Stok LPG 3 Kg Tetap Aman saat Ramadhan dan Idul Fitri

Dilansir SketsaNusantara.id dari @mahakersa, unggahan tersebut menyoroti kemiripan kemasan kedua produk.

“Ada hal menarik soal tepung beras putih Rose Brand. Kemasan luarannya mirip banget (kardus sama, plastik bungkus juga serupa, tampilan keseluruhan hampir identik), tapi pas diolah, teksturnya beda loh,” tulis akun @mahakersa.

Pernyataan ini menegaskan bahwa secara visual konsumen hampir tidak dapat membedakan kedua versi tersebut, sehingga potensi kekeliruan saat membeli cukup besar.
 
Baca Juga: Gus Fawait Bergerak Cepat, Gandeng Pusat dan Provinsi Jawa Timur untuk Pulihkan Infrastruktur Jember

Perbedaan justru terasa saat produk digunakan dalam proses pengolahan makanan.

Berdasarkan informasi yang dibagikan, salah satu versi lebih cocok untuk menghasilkan tekstur renyah, sementara versi lainnya lebih sesuai untuk olahan yang membutuhkan kelembutan atau kekenyalan tertentu.

Menurut unggahan tersebut, informasi ini diperoleh dari pelaku usaha kuliner.
 
Baca Juga: Kejagung Akhirnya Ungkap Alasan Tuntut Mati Fandi, ABK Kapal Penyelundup 1,9 Ton Sabu: Mereka Mengetahui...

“Menurut sharing dari owner usaha keripik tempe (yang katanya dapat info langsung dari pihak Rose Brand), untuk bikin keripik yang lebih renyah dan cocok buat digoreng tipis-tipis, sebaiknya pakai yang diproduksi oleh P.T. ALU (atau PT Alu Aksara Pratama),” tulis keterangan dari unggahan tersebut.

Kutipan ini menunjukkan adanya perbedaan produsen di balik merek yang sama.

Sementara itu, versi lainnya disebut lebih cocok untuk jenis olahan berbeda.

“Sementara kalau buat kue-kue basah atau yang butuh tekstur lebih lembut/lengket, biasanya lebih pas pakai yang dari P.T. Budi (mungkin terkait PT Budi Makmur Perkasa atau grupnya),” lanjutnya menambahkan keterangan.

Perbedaan karakteristik ini menjadi pertimbangan penting bagi pelaku usaha maupun ibu rumah tangga dalam memilih bahan baku.

Fenomena ini memunculkan diskusi menarik mengenai sistem produksi dalam industri pangan. Dalam praktik bisnis, satu merek dagang memang dapat bekerja sama dengan lebih dari satu pabrik atau produsen.

Selama standar mutu dan spesifikasi terpenuhi, kerja sama semacam ini sah secara regulasi. Namun, perbedaan kecil dalam proses produksi, komposisi bahan baku, atau teknik penggilingan dapat menghasilkan karakteristik tepung yang berbeda.

Bagi pelaku usaha kuliner, konsistensi bahan baku merupakan aspek krusial. Perubahan tekstur dapat memengaruhi kepuasan pelanggan dan reputasi usaha.

Oleh karena itu, informasi mengenai kode produksi atau nama pabrik pada kemasan menjadi detail penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli dalam jumlah besar.

Di sisi lain, bagi konsumen rumah tangga, perbedaan ini bisa menjadi referensi tambahan. Apabila ingin menghasilkan gorengan yang lebih renyah dan tidak terlalu menyerap minyak, konsumen dapat mencoba versi produksi tertentu.

Sebaliknya, untuk membuat kue tradisional yang membutuhkan tekstur lembut dan agak lengket, versi lainnya mungkin lebih sesuai.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi dari pihak produsen terkait perbedaan karakteristik tersebut.

Informasi yang beredar masih bersumber dari pengalaman pengguna dan pelaku usaha kuliner yang membagikan temuannya di media sosial.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X