SketsaNusantara.id –Suasana duka menyelimuti Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Empat anak perempuan tenggelam dan 3 diantaranya meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan pinggiran Waduk Menongo pada Rabu, 18 Februari 2026 sore.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk lebih waspada menjaga buah hati mereka, terutama yang tinggal di sekitar area perairan terbuka.
Berdasarkan keterangan saksi mata dan pihak kepolisian setempat, peristiwa ini bermula saat keempat korban terlihat bermain bersama di sekitar tanggul waduk sekitar pukul 15.30 WIB.
Keempat bocah perempuan tersebut awalnya hanya bermain di area dangkal namun diduga, salah satu dari mereka terpeleset ke area yang lebih dalam.
Melihat temannya kesulitan, ketiga rekan lainnya diduga mencoba memberikan pertolongan.
Namun, karena kondisi dasar waduk yang berlumpur dan licin, serta kurangnya kemampuan berenang, keempatnya justru ikut terseret ke bagian dalam.
Warga mulai merasa curiga ketika melihat tumpukan sandal di pinggir waduk tanpa ada pemiliknya.
Setelah dilakukan penyisiran, warga menemukan tubuh para korban dan langsung dilarikan ke pusat kesehatan terdekat.
Setelah dilakukan perawatan intensif, nyawa ketiga korban tak tertolong lagi sementara 1 berhasil diselamatkan dan masih dalam perawatan intensif.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kapolsek Sukodadi, Iptu M Sokep bahwa ke 4 anak tersebut awalnya hanya bermain-main dan berswafoto.
Artikel Terkait
IFG Dorong Penguatan ALM demi Perlindungan Dana Nasabah dan Stabilitas Keuangan Asuransi Indonesia
Konsolidasi Asuransi BUMN Jadi Sorotan, 15 Perusahaan Akan Dilebur ke 3 Entitas Strategis
Pendaki Asal Licin, Banyuwangi Hilang di Gunung Ijen, Diduga Terpisah dari Rombongan saat Turun dari Puncak
Pemancing yang Tersapu Ombak di Pantai Cangaan Jember Masih Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian di Darat dan Laut
Kronologi Ruang Server Masjid Istiqlal Jakarta Kebakaran saat Sholat Tarawih Berlangsung, 9 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Api, Begini Kondisinya
Kepala BGN Klaim 60 Persen Pegawai SPPG Bisa Beli Motor Berkat Program MBG