SketsaNusantara.id - Korps Sukarela atau KSR PMI Unit Universitas dr Soebandi Jember menggelar pendidikan dan latihan dasar atau Diklatsar ke-VIII pada Jumat, 13 Februari 2026.
Pelatihan yang digelar selama 5 hari ini diikuti 49 peserta dari lintas kampus, 43 di antaranya merupakan mahasiwa internal Universitas dr. Soebandi dan 6 lainnya dari KSR PMI Unit Unipar Jember.
Diklatsar ini merupakan langkah strategis memperkuat kapasitas relawan muda di bidang kemanusiaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk memastikan kesiapan generasi baru relawan menghadapi berbagai situasi darurat.
Para peserta mengikuti pelatihan intensif yang dirancang untuk membangun kompetensi teknis sekaligus karakter relawan.
Program ini menegaskan peran penting mahasiswa sebagai kekuatan utama pelayanan kemanusiaan di tingkat lokal.
Kolaborasi lintas kampus ini diharapkan dapat memperkuat jejaring relawan muda sekaligus meningkatkan koordinasi antarsatuan KSR di Kabupaten Jember.
Perwakilan PMI Kabupaten Jember, Narto, menegaskan, KSR memegang peran vital dalam setiap operasi kemanusiaan, mulai dari respons bencana hingga layanan sosial kesehatan.
"KSR adalah ujung tombak kita di lapangan. Melalui Diklatsar ini, para mahasiswa dilatih untuk memiliki kesiapsiagaan yang tinggi. Kami berharap lulusan Diklatsar ke-VIII ini menjadi relawan yang tidak hanya ahli secara teknis, tapi juga memiliki integritas tinggi," ujarnya.
Ketua KSR PMI Unit Universitas dr. Soebandi, Hosnatul Hasanah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Diklatsar kali ini memiliki makna khusus karena melibatkan partisipasi kampus mitra.