news

Ratusan Siswa SMP Ahmad Jani Jember Ikuti Simulasi Gempa, Belajar Lindungi Diri hingga Evakuasi ke Titik Aman

Rabu, 11 Februari 2026 | 18:47 WIB
Ratusan pelajar SMP Ahmad Jani, kecamatan Puger, Rabu Pagi (11/02/26). (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini terus dilakukan di lingkungan sekolah.

Ratusan pelajar SMP Ahmad Jani, Kecamatan Puger, Jember, mengikuti simulasi gempa bumi.

Kegiatan ini digelar pada Rabu pagi, 11 Februari 2026, sebagai bagian dari festival kesiapsiagaan bencana.

Baca Juga: Kejar Sertifikat CPOB 2026, PMI Jember Genjot Standar Mutu Layanan Darah Jelang Ramadhan dan Lonjakan Kebutuhan Pasca Lebaran

Program tersebut merupakan hasil kerja sama PMI Kabupaten Jember dengan Palang Merah Jepang atau Japanese Red Cross Society.

Simulasi diikuti ratusan siswa yang sebelumnya telah menerima materi kesiapsiagaan bencana. Seluruh peserta berkumpul di halaman sekolah sebelum rangkaian kegiatan dimulai.

Para siswa kembali mengulas langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi. Mereka juga mempelajari prosedur evakuasi menuju lokasi aman.

Baca Juga: Jelang Puasa, Perbankan Jember Gelar Donor Darah di Bank Indonesia, Terkumpul 241 Kantong untuk Menjaga Stok PMI

Wakil Ketua PMI Jember, Aep Ganda Permana, hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Ia mengingatkan peserta agar mengikuti setiap instruksi yang diberikan fasilitator.

“Pahami dan perhatikan materi serta petunjuk yang diberikan oleh fasilitator, karena ini bukan hanya untuk keselamatanmu saja melainkan keluarga bahkan tetangga sekitar kamu bisa menyampaikan dan menjelaskannya,” kata Aep Ganda Permana.

Simulasi diawali dengan skenario gempa bumi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Guru dan siswa berada di dalam kelas ketika getaran digambarkan terjadi.

Situasi tersebut membuat seluruh peserta bergerak cepat melakukan langkah penyelamatan. Siswa melindungi kepala menggunakan tas dan berlindung di bawah meja.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko tertimpa reruntuhan bangunan. Setelah kondisi dinyatakan aman, siswa diarahkan mengikuti jalur evakuasi.

Mereka berjalan tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Petugas memandu proses evakuasi agar berjalan lancar dan terkoordinasi.

Halaman:

Tags

Terkini