Sementara itu, pemerintah Kota Semarang berkoordinasi dengan ahli geologi untuk menentukan apakah wilayah tersebut masih layak ditinggali atau harus dilakukan relokasi permanen.
Para ahli menyebutkan bahwa topografi Semarang yang terdiri dari perbukitan dengan lapisan tanah lempung sangat rentan mengalami landslide atau tanah bergerak saat jenuh air.
Hujan yang turun terus-menerus berfungsi sebagai pelumas di lapisan bawah tanah, mempercepat pergeseran massa tanah di atasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!