SketsaNusantara.id - Persiapan tradisi nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur diwarnai insiden tidak terduga.
Perahu pengangkut sound horeg dilaporkan tenggelam di sungai pada Sabtu sore, 7 Februari 2026.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram @jawatimuran, insiden tersebut diduga karena kelebihan muatan.
Baca Juga: Viral di Medsos Jembatan Dibongkar Demi Truk Muat Sound Horeg Bisa Lewat
“Diduga beban peralatan terlalu berat hingga perahu kehilangan keseimbangan dan terbalik,” tulis akun @kabarjawatimuran sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id.
Perangkat sound horeg yang direncanakan akan digunakan untuk memeriahkan tradisi nyadran tersebut diduga memiliki berat hingga 1 ton.
“Perahu tidak mampu menahan beban perangkat sound horeg yang diperkirakan mencapai 1 ton,” tulis akun Facebook Kabar Kabar.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono.
Selain membawa beban peralatan sound horeg seberat 1 ton, perahu juga ditumpangi 10 orang dewasa.
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Namun belum diketahui jumlah kerugiaan materi yang dialami JL Jombang selaku pemilik sound.
Nyadran sendiri merupakan tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Di beberapa daerah, salah satunya Sidoarjo, tradisi ini dimeriahkan dengan perang sound di atas perahu.