SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mematangkan strategi pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja bagi warganya.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memperluas akses program Pekerja Migran Indonesia (PMI) formal dengan target pemberangkatan mencapai 1.000 orang pada tahun 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, mengungkapkan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan rintisan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Sasar Kawasan Segitiga Emas, Satgas Tata Ruang Pemkab Jember Tertibkan Reklame Bodong
Pada tahun 2025, Pemkab telah memulai proses pelatihan bagi calon PMI dengan fokus penempatan di dua negara maju, yakni Korea Selatan dan Jepang.
"Tahun lalu kami sudah mengawali pelatihan sebagai embrio, dengan masing-masing 10 orang diberangkatkan ke Korea Selatan dan Jepang. Di tahun 2026 ini, sesuai arahan Bapak Bupati, kami akan meningkatkan kuota ini secara signifikan," ujar Hadi saat dikonfirmasi di Kantor Disnaker Jember.
Hadi merinci, dari target 1.000 peserta tersebut, sebanyak 400 kuota pelatihan akan dibiayai langsung melalui APBD Kabupaten Jember.
Baca Juga: Pemkab Jember Tindak Tegas Menu Makanan Tak Layak di Program Makan Bergizi Gratis
Sementara itu, sisanya sebanyak 600 peserta akan diajukan melalui skema kerja sama dengan pemerintah pusat melalui BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia).
Berbeda dengan stigma PMI sektor domestik, Pemkab Jember lebih mengedepankan sektor formal yang memerlukan keahlian khusus.
“Ada beberapa bidang yang menjadi prioritas permintaan pasar internasional, khususnya Jepang,” imbuhnya.
Baca Juga: Tembus 11 Ribu Aduan, Pemkab Jember Sebut Permintaan Perbaikan Jalan yang Mendominasi
Mulai Tenaga Kesehatan/Perawat (Nurse), Careworker (Pendamping Lansia), Tenaga Teknis Pengelasan (Welding), Penguasaan Bahasa Asing (Korea dan Inggris), hingga Solusi Pengurangan Angka Pengangguran
Langkah masif ini diambil mengingat besarnya populasi penduduk Jember yang mencapai 2,6 juta jiwa, di mana angkatan kerja tercatat berada di angka 1,5 juta orang lebih.