news

Pesawat Cessna Smart Cakrawala Aviation Lakukan Pendaratan Darurat di Perairan Nabire, Seluruh Awak Selamat

Rabu, 28 Januari 2026 | 05:27 WIB
Pesawat Cessna Caravan milik Smart Cakrawala Aviation tampak mengapung di perairan Nabire. (X/GerryS)

SketsaNusantara.id - Sebuah pesawat ringan jenis Cessna Caravan C208B dengan registrasi PKSNS yang dioperasikan oleh Smart Cakrawala Aviation dilaporkan melakukan pendaratan darurat di perairan wilayah Nabire, Papua Tengah.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026 dan menjadi perhatian publik setelah informasi awal disampaikan melalui akun X @GerryS alias Gerry Soejatman.

Dilansi SketsaNusantara.id dari unggahan di akun X (Twitter) miliknya, Gerry Soejatman menyampaikan kronologi kejadian secara ringkas namun jelas.

Baca Juga: Lagi! Pesawat Jatuh di Nabire Membawa 13 Penumpang, SAR Ungkap Nasib Seluruh Penumpang

“Pesawat Cessna Caravan C208B PKSNS yang dioperasikan Smart Cakrawala Aviation melakukan pendaratan darurat air di Nabire,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pesawat tidak jatuh secara tak terkendali, melainkan melakukan prosedur pendaratan darurat (ditch landing) di permukaan air.

Lebih lanjut, Gerry mengungkapkan bahwa pesawat tersebut tengah menjalankan rute penerbangan domestik di wilayah Papua.

Baca Juga: Detik-detik Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan saat Upacara Pelepasan 3 Korban Pesawat ATR 42-500

“Menurut info yang diterima, pesawat sedang melakukan penerbangan dari Nabire ke Kaimana,” jelasnya.

Rute ini memang dikenal sebagai salah satu jalur yang cukup vital dalam konektivitas antarwilayah di Papua, mengingat kondisi geografis yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Namun, tak lama setelah lepas landas, pesawat mengalami gangguan teknis.

“Setelah lepas landas, pesawat mengalami gangguan mesin dan crew memutuskan untuk RTB ke Nabire,” lanjutnya.

RTB atau return to base merupakan prosedur standar dalam dunia penerbangan ketika pilot memutuskan kembali ke bandara asal karena adanya kondisi yang tidak memungkinkan penerbangan dilanjutkan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa awak pesawat masih memiliki kendali penuh terhadap kondisi penerbangan pada fase awal gangguan. Namun, kondisi berkembang sehingga keputusan lanjutan harus diambil.

Halaman:

Tags

Terkini