Penyaluran dana ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan penyaluran kredit ke masyarakat.
Adapun distribusi dana tahap awal mencakup Rp55 triliun masing-masing untuk Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI.
Sementara itu, Bank BTN memperoleh Rp25 triliun, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) menerima Rp10 triliun yang telah masuk per 12 September 2025.
Menariknya, BSI tercatat sebagai satu-satunya bank yang tidak sepenuhnya dimiliki negara yang memperoleh suntikan likuiditas tersebut.
Keputusan ini diambil dengan pertimbangan jangkauan layanan BSI yang luas di Provinsi Aceh.
Selanjutnya, pemerintah kembali menyalurkan dana tambahan pada 10 November 2025 dengan total Rp76 triliun.
Dana ini dialokasikan masing-masing Rp25 triliun kepada Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI, serta Rp1 triliun kepada Bank DKI.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!