SketsaNusantara.id - Nama Atik Kusdarwati menjadi perhatian publik setelah suaminya, Bupati Pati Sudewo, terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sorotan terhadap Atik menguat seiring bergulirnya kasus hukum dan reaksi masyarakat di ruang digital.
Sejak KPK mengumumkan penangkapan Sudewo dalam OTT pada Januari 2026, perhatian warganet tidak hanya tertuju pada sang bupati.
Akun Instagram milik Atik Kusdarwati ikut dibanjiri komentar bernada pertanyaan hingga sindiran.
Sorotan terhadap Atik sebelumnya juga muncul dalam agenda resmi daerah. Pada Kamis, 7 Agustus 2025, ia mendampingi Sudewo dalam kirab Boyongan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati. Keduanya mengenakan busana adat Jawa bernuansa hitam dan emas.
Pasangan itu menaiki kereta kencana dan melintasi jalanan menuju kawasan Alun-Alun Pati. Sepanjang rute, massa memadati sisi jalan. Di beberapa titik, terdengar sorakan bernada penolakan dari warga.
Sorakan semakin keras ketika rombongan melintasi posko donasi aksi 13 Agustus di sudut barat Kantor Bupati Pati.
Posko tersebut didirikan untuk menghimpun logistik aksi demonstrasi menentang kebijakan pemerintah daerah.
Di tengah sorak-sorakan itu, Atik terlihat menautkan ibu jari dan telunjuk kedua tangannya ke arah posko. Gestur tersebut dikenal sebagai pose saranghaeyo. Aksi tersebut terekam kamera warga dan menyebar luas di media sosial.
Di luar dinamika publik, Atik Kusdarwati memegang jabatan strategis di daerah. Ia terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati masa bakti 2025–2030. Pemilihan dilakukan melalui Musyawarah Kabupaten PMI pada 29 Mei 2025.
Ketua Pimpinan Sidang Muskab, Sunaryo, menyatakan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur organisasi. Tidak ada keberatan dari peserta rapat.
“Terpilihnya dr. Atik secara aklamasi menjadi bukti kepercayaan dari seluruh PMI kecamatan dan harapan besar bagi penguatan peran PMI di Pati,” ujar Sunaryo, dikutip dari Humas.patikab.go.id.
Selain memimpin PMI, Atik juga menjabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pati. Sebelumnya, ia sempat terjun ke dunia politik nasional sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024.