Operasi pencarian melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Perhutani, relawan, pengelola jalur pendakian, hingga warga sekitar.
“Enam SRU diturunkan sejak pagi mulai pukul 09.00 WIB. Total puluhan personel gabungan terlibat dalam operasi pencarian ini,” ujar Hendro Prayitno dalam keterangan yang turut dibagikan oleh akun @pendaki_ampeg.
Sementara itu, informasi serupa juga disampaikan oleh akun X (Twitter) @Jateng_Twit. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan bahwa korban belum kembali ke basecamp sejak siang hari sebelumnya.
“Info dari petugas BC pendakian Mongkrang, ada 1 orang pendaki sejak kemarin siang sampai pagi ini belum kembali ke BC Mongkrang. BPBD sudah koordinasi dengan Basarnas, pagi ini akan dilakukan asesmen dan pencarian,” tulis akun @Jateng_Twit.
Sebagai langkah pengamanan dan untuk mendukung proses evakuasi, jalur pendakian Bukit Mongkrang ditutup sementara.
Penutupan ini dilakukan hingga korban berhasil ditemukan, guna meminimalkan risiko tambahan serta mempermudah pergerakan tim SAR di lapangan.
“Untuk mendukung proses evakuasi, jalur pendakian Bukit Mongkrang ditutup sementara hingga korban ditemukan,” tulis @pendaki_ampeg dalam unggahannya.
Bukit Mongkrang sendiri merupakan salah satu jalur pendakian favorit di kawasan Gunung Lawu karena aksesnya yang relatif mudah dan panorama alam yang menarik.
Meski demikian, jalur ini tetap memiliki risiko, terutama saat kondisi cuaca berubah atau pendaki terpisah dari rombongan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin dalam pendakian gunung.
Pendaki diimbau untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan, menjaga kekompakan rombongan, serta melaporkan rencana pendakian secara lengkap kepada pengelola basecamp.
Selain itu, kesiapan fisik, logistik yang memadai, serta kemampuan navigasi menjadi faktor krusial dalam mengurangi risiko kecelakaan maupun tersesat di jalur pendakian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan menyisir jalur-jalur yang diduga dilalui korban, termasuk area hutan dan jalur alternatif di sekitar Bukit Mongkrang.
Kasus ini menambah daftar insiden pendaki hilang di kawasan pegunungan Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa pendakian bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan kegiatan berisiko tinggi yang membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab penuh dari setiap individu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!