news

Hasil Visum Ungkap Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Meninggal Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi hasil autopsi Syafiq Ridhan Ali (Freepik/peoplecreations)

Disampaikan bahwa tim medis menemukan jenazah dalam kondisi pembusukan lanjut dan ditemukan tanda garis sekitar 1,5 sentimeter.

Temuan tersebut kemudian menjadi acuan medis untuk memperkirakan waktu meninggal korban dengan rentang sekitar 15 hari sebelum pemeriksaan dilakukan.

Estimasi waktu ini mendukung dugaan bahwa korban kemungkinan meninggal di tengah proses pendakian jauh sebelum tim SAR berhasil menemukannya.

Selain itu, hasil visum luar juga mengungkapkan tidak ada indikasi tindak kekerasan.

“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada bagian kepala, leher, dada, maupun perut korban,” keterangan dari unggahan @mountnesia.

Baca Juga: Syafiq Ali Masih Belum Ditemukan, Relawan Gelar Pencarian Mandiri Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet

Tim Medis Temukan Luka pada Bagian Tubuh Korban.

Disebutkan bahwa pada anggota gerak bawah ditemukan luka berukuran sekitar 6x5 sentimeter serta indikasi patah tulang pada paha kiri.

Meski demikian, pihak medis belum dapat memastikan penyebab luka tersebut karena visum hanya dilakukan secara eksternal tanpa proses autopsi lanjutan.

Pihak rumah sakit kemudian menegaskan bahwa kepastian penyebab utama meninggalnya Syafiq tidak dapat disimpulkan secara definitif.

Pernyataan tersebut berbunyi bahwa penyebab pasti kematian tidak dapat disimpulkan secara definitif tanpa autopsi.

Meski begitu, faktor lain turut menjadi pertimbangan. Berdasarkan kesaksian tim lapangan serta kondisi cuaca di kawasan Gunung Slamet, korban diduga mengalami hipotermia.

Hipotermia merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan panas secara ekstrem sehingga suhu inti tubuh turun di bawah batas normal dan mengganggu fungsi organ vital.

Baca Juga: Pendaki Hilang di Gunung Slamet, Operasi SAR Syafiq Pendaki Asal Magelang Resmi Dihentikan

Keluarga Korban Memilih Tidak Autopsi

Halaman:

Tags

Terkini