Disampaikan bahwa tim medis menemukan jenazah dalam kondisi pembusukan lanjut dan ditemukan tanda garis sekitar 1,5 sentimeter.
Temuan tersebut kemudian menjadi acuan medis untuk memperkirakan waktu meninggal korban dengan rentang sekitar 15 hari sebelum pemeriksaan dilakukan.
Estimasi waktu ini mendukung dugaan bahwa korban kemungkinan meninggal di tengah proses pendakian jauh sebelum tim SAR berhasil menemukannya.
Selain itu, hasil visum luar juga mengungkapkan tidak ada indikasi tindak kekerasan.
“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada bagian kepala, leher, dada, maupun perut korban,” keterangan dari unggahan @mountnesia.
Tim Medis Temukan Luka pada Bagian Tubuh Korban.
Disebutkan bahwa pada anggota gerak bawah ditemukan luka berukuran sekitar 6x5 sentimeter serta indikasi patah tulang pada paha kiri.
Meski demikian, pihak medis belum dapat memastikan penyebab luka tersebut karena visum hanya dilakukan secara eksternal tanpa proses autopsi lanjutan.
Pihak rumah sakit kemudian menegaskan bahwa kepastian penyebab utama meninggalnya Syafiq tidak dapat disimpulkan secara definitif.
Pernyataan tersebut berbunyi bahwa penyebab pasti kematian tidak dapat disimpulkan secara definitif tanpa autopsi.
Meski begitu, faktor lain turut menjadi pertimbangan. Berdasarkan kesaksian tim lapangan serta kondisi cuaca di kawasan Gunung Slamet, korban diduga mengalami hipotermia.
Hipotermia merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan panas secara ekstrem sehingga suhu inti tubuh turun di bawah batas normal dan mengganggu fungsi organ vital.
Baca Juga: Pendaki Hilang di Gunung Slamet, Operasi SAR Syafiq Pendaki Asal Magelang Resmi Dihentikan
Keluarga Korban Memilih Tidak Autopsi
Artikel Terkait
Listrik Padam di Amsterdam, WNI Ini Kaget Bukan karena Gelap, tapi Panduan Bertahan Hidup 72 Jam dari Pemerintah
Update Pesawat ATR 400 Hilang Kontak, Pendaki Temukan Puing Pesawat ATR Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung
Guru SMK di Jambi Diduga Dikeroyok Siswa, Versi Siswa dan Guru Terungkap, Dari Teguran Kelas hingga Aksi Solidaritas
4 Fakta Insiden Remaja yang Diduga Jatuh dan Tenggelam di Sungai Tanggul, Jember, Kronologi hingga Update dari Tim SAR
Kronologi Remaja Laki-laki Asal Jember yang Diduga Tenggelam di Sungai Tanggul, Gara-gara Cari Biawak?