SketsaNusantara.id - Kabar duka datang dari dunia pendakian Indonesia setelah hilangnya pendaki asal Magelang bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) saat melakukan pendakian ke Gunung Slamet pada akhir Desember 2025.
Syafiq ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada 14 Januari 2026 setelah sebelumnya dinyatakan hilang lebih dari dua pekan.
Hasil visum yang dilakukan tim medis kemudian mengungkapkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 15 hari sebelum jenazahnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan.
“Hasil visum berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan tim medis RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Kamis, 15 Januari 2026,” dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @mountnesia.
Temuan visum ini langsung menjadi perhatian publik mengingat lamanya korban berada di area pendakian dalam kondisi tanpa ditemukan.
Jenazah Syafiq dilaporkan ditemukan pada tanggal 14 Januari 2026 di lereng jalur Pos 7 Gunung Slamet (Gunung Malang), Kabupaten Purbalingga.
Proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan SAR bersama relawan selama beberapa hari di tengah cuaca ekstrem dan medan pendakian yang berat.
Setelah ditemukan, proses evakuasi korban disebut berlangsung dalam kondisi yang cukup sulit karena area terjal serta kondisi korban yang telah lama meninggal.
Dokter Gunawan Santosa dari Instalasi Gawat Darurat RSUD Goeteng Taroenadibrata menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada bagian tubuh korban, khususnya pada bagian kepala hingga perut bawah.
Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan beberapa indikator mengarah pada estimasi waktu kematian.