Panitia menjelaskan bahwa penampilan live musik itu digelar setelah rangkaian acara peringatan Isra Mi'raj selesai, dan seluruh undangan, termasuk para kiai, telah meninggalkan lokasi kegiatan.
"Terkait video yang viral di media sosial memang benar adanya. Namun perlu kami sampaikan bahwa elektone (live musik) tersebut dilaksanakan setelah kegiatan pengajian selesai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak berada di tempat," ujar Hardiyanto, dikutip SketsaNusantara.id dari video klarifikasi yang diunggah akun Instagram @feedgramindo_ pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.
Lebih lanjut, Hardiyanto menegaskan bahwa hiburan tersebut bukan bagian dari rangkaian acara Isra Mi'raj, melainkan sekadar hiburan internal bagi panitia usai kegiatan utama berakhir.
"Acara hiburan ini murni untuk menghibur panitia yang sedang melakukan bersih-bersih setelah acara. Jadi, tamu undangan sudah tidak ada di lokasi," jelasnya.
Atas polemik yang terjadi, Hardiyanto bersama jajaran panitia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Ia mengakui kekhilafan dan kesalahan yang diperbuat panitia sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah publik.
"Sebagai ketua panitia, saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini