SketsaNusantara.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena menu atau kualitas makanannya, melainkan cara pendistribusiannya yang dinilai tak biasa.
Sebuah video yang memperlihatkan pengiriman paket MBG menggunakan mobil mewah di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Unggahan tersebut seketika jadi perbincangan hangat warganet di media sosial.
Dalam video viral yang diunggah di akun Instagram @lamputerangofficial pada hari Jumat, 16 Januari 2026 menampilkan iring-iringan kendaraan premium seperti Toyota Vellfire dan Toyota Alphard, yang dikawal mobil listrik BYD, saat mengantar makanan ke SMP Negeri 2 Sumenep.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @mbg_kolor yang dilihat lebih dari 5000 kali dan tersebar luas oleh akun media sosial lainnya.
Alih-alih mendapat apresiasi, pemandangan tersebut justru menuai kritik. Banyak warganet mempertanyakan urgensi penggunaan kendaraan mahal dan menyarankan untuk meningkatkan kualitas MBG yang ditujukan bagi masyarakat luas.
Tak sedikit yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk pemborosan dan kurang sensitif terhadap kondisi sosial ekonomi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
"Saya cuma bisa ngelus dada ngelihat ada aja gebrakannya ini. Yang kaya makin kaya, sedangkan saya yang cuma gini-gini aja sudah bisa bertahan hidup alhamdulillah," tulis salah satu warganet dalam kolom komentar.
Komentar lain bahkan menyentil isu kesejahteraan guru honorer yang selama ini masih jauh dari kata layak.
Tak hanya itu, ada pula netizen yang mengaitkan fenomena ini dengan besarnya anggaran program MBG yang mencapai puluhan triliun rupiah.
"Bayangin gaji guru honorer 200 ribu per bulan. Gaji pencuci kotak makan MBG 125 ribu per hari. Miris. Padahal kalau nggak ada guru, kalian bisa apa," tulis warganet lainnya.
"Jadi ini alasannya kenapa anggaran MBG mahal banget sampai habis triliunan. Yang dapat proyek MBG makin kaya, yang miskin dikasih bansos dan makan graris tiap hari. Padahal makanannya juga banyak yang nggak jelas, mending perbaiki kualitasnya, apalagi sering ada kasus keracunan," sindir pengguna media sosial lainnya.
Baca Juga: Program MBG Diminta Presiden Prabowo Fokus Kualitas, Bukan Sekadar Angka