news

Bantuan Rumah Terdampak Bencana Sumatera Dipercepat, Tito Tetapkan Tenggat 3 Hari dan Skema Dana hingga Rp60 Juta

Senin, 12 Januari 2026 | 07:00 WIB
Banjir susulan yang masih terjadi di Sumatera Barat. (Instagram/zeki_satria)

SketsaNusantara.id - Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera. Upaya ini difokuskan pada pemulihan rumah rusak. Percepatan dilakukan melalui verifikasi lintas lembaga.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, turun langsung ke lokasi terdampak.

Ia meninjau progres pemulihan di Aceh Tamiang. Peninjauan dilakukan pada Minggu, 11 Januari.

Baca Juga: 3 Hari Latihan PMI Jember dan PMI Jepang Berakhir Simulasi Banjir Bandang, Fokus Manajemen Posko dan Koordinasi Lapangan

Tito menegaskan percepatan bantuan harus segera dirasakan masyarakat. Ia memberi tenggat waktu verifikasi singkat. Proses melibatkan BNPB, BPS, dan Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil.

“Saya beri waktu mulai dari kemarin tiga hari untuk diverifikasi di tingkat BNPB, diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Capil. Kalau tiga hari sudah clear uangnya oleh BNPB segera bayarkan, Rp15 juta yang rumahnya rusak ringan dan Rp30 juta rusak sedang,” kata Tito.

Selain penyaluran dana, Mendagri juga menyerahkan bantuan logistik. Bantuan berupa ratusan gerobak dorong dan mi instan. Bantuan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga: 45 Hari Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Terpuruk, Warga Kesulitan Bersihkan Sisa Lumpur dan Puing-puing

Tito menyampaikan kebutuhan utama warga adalah pembersihan rumah pascabanjir. Lumpur banjir masih menumpuk di banyak permukiman. Dana bantuan diharapkan membantu proses pemulihan awal.

Menurut Tito, dana tersebut dapat digunakan secara mandiri atau gotong royong. Keluarga dapat membersihkan rumah bersama. Skema ini diharapkan meringankan beban warga terdampak.

Untuk rumah rusak berat atau hanyut, pemerintah menyiapkan beberapa opsi. Warga dapat tetap tinggal di tenda sementara. Alternatif lainnya adalah pindah ke hunian sementara.

Pemerintah saat ini membangun sekitar 600 unit hunian sementara. Warga yang memilih opsi ini akan menerima bantuan biaya hidup. Bantuan diberikan selama masa tunggu pembangunan rumah baru.

“Atau kalau mau bangun sendiri silakan membangun, diberikan dana di Rp60 juta oleh BNPB,” ujarnya.

Selain bantuan pembangunan, pemerintah juga menyiapkan biaya sewa. Besaran bantuan mencapai Rp1,8 juta per bulan. Bantuan diberikan selama tiga bulan dan dapat diperpanjang.

Halaman:

Tags

Terkini