SketsaNusantara.id - Pemerintah menambah jumlah personel TNI dan Polri sebagai petugas haji 2026. Kebijakan ini diambil menjelang persiapan pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Penambahan tersebut disebut sebagai langkah peningkatan kualitas layanan ibadah haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan jumlah personel TNI-Polri meningkat signifikan. Pada tahun ini, jumlahnya mencapai 185 orang. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: KPK Bongkar Peran Gus Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Kuota Haji 2023-2024
Dahnil menyebut kedisiplinan dan dedikasi menjadi pertimbangan utama penambahan personel. Menurutnya, dua institusi tersebut dinilai memiliki standar pelayanan yang konsisten. Hal itu berpengaruh langsung pada kepuasan jemaah haji asal Indonesia.
“Nah memang selama ini poin positif dari petugas itu selalu diberikan kepada TNI dan Polri. Karena tingkat kedisiplinannya, tingkat dedikasinya, tingkat pelayanan jamaah itu tinggi rata-rata. Jadi kami menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri, jumlahnya 185 (personel),” kata Dahnil usai pembekalan PPIH di Asrama Haji Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan haji tahun lalu, petugas berlatar TNI-Polri hanya berjumlah 80 orang. Tahun ini, selain jumlah bertambah, pendekatan pelatihan juga mengalami penyesuaian. Materi diklat bagi petugas sipil disampaikan dengan pola semi militer.
Pendekatan tersebut bertujuan menanamkan nilai disiplin dan kerja sama tim. Nilai itu diharapkan memperkuat koordinasi di lapangan selama operasional haji. Kementerian menilai kerja tim yang solid penting dalam situasi padat aktivitas.
“Kami mengadaptasi nilai-nilai kedisiplinan dan kerja tim ala militer. Sebab hal itu dapat membangun kekompakan dan ketertiban dalam kerja lapangan,” jelas Dahnil.
Penambahan personel TNI-Polri mendapat respons dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai ketangguhan fisik petugas sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan haji.
Abdul menyoroti kondisi jemaah lansia di sejumlah titik krusial. Lokasi seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina kerap membutuhkan tenaga tambahan.
Kehadiran personel yang kuat dinilai penting untuk membantu mobilitas jemaah.
“TNI-Polri direkrut dua kali lebih banyak dari tahun lalu, jadi dengan demikian kami berharap nanti untuk nanti tidak ada temuan-temuan yang di Arofah para jamaah, terutama lansia, terlantar, tidak ada yang nolong. Ini yang sangat penting,” ujar Abdul.