Meski demikian, jumlah petugas sipil tetap mendominasi. Secara keseluruhan, petugas haji berlatar sipil mencapai sekitar 4.000 orang.
Penambahan TNI-Polri tidak mengurangi proporsi tersebut.
Abdul juga menekankan pentingnya kondisi kesehatan petugas. Ibadah haji memerlukan kekuatan fisik yang prima. Oleh karena itu, seleksi kesehatan menjadi bagian penting dalam penugasan.
Pemerintah berharap kombinasi petugas sipil dan TNI-Polri mampu meningkatkan kualitas pelayanan.
Penyelenggaraan haji 2026 ditargetkan berjalan lebih tertib dan terkoordinasi. Seluruh upaya difokuskan pada keselamatan dan kenyamanan jemaah Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
9 Jam di Gedung KPK, Yaqut Tegaskan Diperiksa sebagai Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Masih Tanpa Tersangka, Mantan Pimpinan KPK Bongkar Perbedaan Kebijakan yang Bikin Publik Menunggu
Larangan ke Luar Negeri Segera Berakhir, KPK Tetap Optimistis Kasus Dugaan Korupsi Haji Segera Rampung
Andre Rosiade Tinjau Aset RI di Mekkah, Kampung Haji Indonesia Disiapkan Demi Layanan Terbaik Jemaah
Kasus Kuota Haji 2023-2024 Terus Bergulir, KPK Sinyalkan Informasi Baru soal Pencekalan Yaqut Cholil Qoumas