news

Laporan Pandji Dinilai Ancam Ekosistem Budaya, DPR Dorong Perlindungan Pekerja Seni dari Tekanan Hukum

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:30 WIB
Ilustrasi stand up comedy. (Pexels/Monica Silvestre)

SketsaNusantara.id - Laporan hukum terhadap komika Pandji Pragiwaksono menuai perhatian kalangan legislatif. Materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea menjadi sorotan publik. Isu kebebasan berekspresi kembali mengemuka dalam ruang kebudayaan nasional.

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menanggapi laporan tersebut secara terbuka.

Ia mendesak pemerintah menjamin ruang aman bagi pekerja seni. Perlindungan dari kriminalisasi dinilai penting bagi keberlangsungan ekosistem budaya.

Baca Juga: Biarkan Humor Tetap Hidup! Rhenald Kasali Sampaikan Pesan Menohok Soroti Pandji Pragiwaksono yang Dipolisikan Gegara Jokes di Panggung 'Mens Rea'

Bonnie menegaskan seni memiliki fungsi lebih luas dari sekadar hiburan. Komedi dipandang sebagai sarana kritik sosial dan penyampai aspirasi publik. Menurutnya, pelaporan terhadap komedian berpotensi menekan kebebasan berkarya.

“Jika seniman takut berkarya, maka rakyat kehilangan suara. Negara tidak boleh menghukum imajinasi, karena seni adalah nafas demokrasi,” kata Bonnie di Jakarta, Jumat.

Bonnie menyampaikan sejarah Indonesia menunjukkan peran seniman dalam menyuarakan kebenaran. Ia menyebut seniman kerap berada di garis depan kritik kekuasaan. Kritik disampaikan melalui medium seni yang dekat dengan masyarakat.

Baca Juga: Indro Warkop Bela Pandji Pragiwaksono Dipolisikan Soal Materi 'Mens Rea' yang Singgung Fisik Gibran: Ini Kemunduran Cara Berpikir

Ia mencontohkan sosok Teguh Slamet Rahardjo pada masa Orde Baru. Seniman tersebut dikenal vokal mengkritik kekuasaan melalui karya seni. Menurut Bonnie, seni menjadi jembatan kritik yang efektif.

Bonnie juga menyebut Butet Kartaredjasa sebagai contoh lain. Karya Butet dinilai mampu menyuarakan keresahan publik secara luas. Seni dipakai sebagai alat komunikasi antara rakyat dan penguasa.

Selain itu, Bonnie mengingatkan peran Benyamin Sueb di era Orde Baru. Melalui karakter wong cilik, kritik sosial disampaikan dengan pendekatan humor. Sasaran kritik menyentuh ketimpangan sosial dan praktik korupsi.

Ia juga menyinggung Warkop DKI sebagai bagian tradisi kritik komedi. Kritik disampaikan melalui cerita ringan dan karakter populer. Strategi tersebut digunakan untuk bertahan di tengah ketatnya sensor.

Bonnie menjelaskan sasaran kritik Warkop lebih banyak menyentuh sistem kecil. Pendekatan tersebut dipilih agar pesan tetap tersampaikan. Kritik langsung ke pusat kekuasaan dihindari pada masa itu.

Tradisi kritik sosial melalui komedi disebut terus berkembang. Bonnie menyebut grup Srimulat sebagai contoh di era 1980-an. Lawakan sosial menjadi bagian penting dalam sejarah hiburan nasional.

Halaman:

Tags

Terkini