Minggu, 19 Juli 2026

Hilang Lalu Muncul Kembali, Podcast Ahok dan Denny Sumargo Bahas Pilkada, Mahkamah Konstitusi, hingga Stand Up Pandji

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 8 Januari 2026 | 17:30 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Instagram/basukibtp)
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Instagram/basukibtp)

SketsaNusantara.id - Linimasa media sosial ramai membicarakan podcast Basuki Tjahaja Purnama bersama Denny Sumargo yang sempat menghilang dari YouTube. Tayangan tersebut mendadak tidak dapat diakses publik.

Podcast itu sebelumnya ditayangkan di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada Rabu, 7 Januari 2026. Video tersebut hanya sempat tayang selama sekitar 19 menit sebelum kemudian hilang.

Hilangnya tayangan itu memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Sejumlah warganet menduga podcast tersebut terkena takedown oleh pihak tertentu.

Baca Juga: Siapa Pencetus Reuni Akbar 212? Begini Kisah Aksi Bela Islam yang Terbentuk dari Perlawanan Terhadap Ahok Sampai Jadi Acara Tahunan

Sehari berselang, pada Kamis, 8 Januari 2026, podcast tersebut kembali ditayangkan di kanal yang sama. Hingga kini, tidak ada keterangan resmi terkait penyebab hilangnya tayangan tersebut.

Berdasarkan penelusuran isi pembahasan, podcast tersebut menyinggung dinamika politik dan hukum. Topik utama berkaitan dengan pencalonan kepala daerah dan regulasi yang mengaturnya.

Dalam podcast itu, Ahok menceritakan pengalamannya saat memutuskan mundur dari jabatan kepala daerah. Keputusan tersebut diambil demi maju ke jenjang politik yang lebih tinggi.

Baca Juga: Ungkapkan Rasa Belasungkawa atas Meninggalnya Affan Kurniawan yang Dilindas Mobil Brimob, Ahok: ‘DPR Takut? Jangan Cuma Minta Pajak!’

Ia mengisahkan adanya regulasi yang mewajibkan pejabat tertentu mundur lebih awal. Aturan tersebut dinilainya dibuat dalam konteks situasi politik tertentu.

“Mereka (pejabat yang lebih tinggi) bikin peraturan waktu itu, bupati yang mau jadi gubernur harus berhenti, supaya saya takut,” ujar Ahok.

Ahok juga menyinggung perubahan aturan yang menurutnya tidak konsisten. Ia menilai regulasi tersebut kerap disesuaikan dengan figur yang sedang menjadi sorotan.

Dalam pembahasan itu, Ahok menyinggung perannya membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi. Putusan MK kemudian mengubah ketentuan yang sebelumnya berlaku.

Denny Sumargo menanggapi cerita tersebut dengan menyoroti dasar pengambilan keputusan dalam regulasi politik. Ia menilai, aturan sering kali lahir dari keyakinan pembuat kebijakan.

Selain membahas Pilkada, percakapan juga melebar ke isu kebebasan berekspresi. Hal ini dikaitkan dengan dunia komedi dan kritik sosial.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X