news

Sempat Heboh, Ormas Madas Akhirnya Sepakat Berdamai dengan Wakil Wali Kota Surabaya, Laporan ke Polda Jatim terhadap Armuji Segera Dicabut

Rabu, 7 Januari 2026 | 12:45 WIB
Potret Ketua Ormas Madas dan Armuji yang sepakat berdamai usai Wakil Wali Kota Surabaya dilaporkan ke Polda Jatim imbas kasus Nenek Elina viral (Instagram @cakj1)

SketsaNusantara.id - Perkara pelaporan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Cak Ji) oleh organisasi masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas) akhirnya menemui titik terang.

Kedua belah pihak sepakat menempuh jalur damai setelah menjalani proses mediasi yang digelar di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya pada hari Selasa 6 Januari 2026.

Mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, yang mempertemukan Armuji dengan Ketua Umum DPP Madas, Muhammad Taufik, dalam suasana dialog terbuka dan kekeluargaan.

Momen mediasi ini diunggah langsung di akun media sosial Cak Ji yang seketika mencuri perhatian publik. Dalam unggahannya, Armuji menyebut pelaporan terhadapnya akan segera dicabut setelah sepakat berdamai.

Baca Juga: Buntut Kasus Nenek Elina, Ormas Madas Laporkan Wawali Surabaya Armuji ke Polda Jatim atas Dugaan Penyebaran Konten Hoaks, Warganet Meradang

"Menghadiri undangan Mediasi dan Dialog terbuka dari Unitomo terkait pelaporan kepada saya. Laporan telah sepakat untuk dicabut," tulis Armuji melalui akun Instagram @cakj1 yang diunggah hari Selasa, 6 Januari 2025.

"Terima kasih atas dukungannya Arek-Arek Suroboyo. Mari terus berjuang untuk Surabaya," imbuhnya.

Hasil pertemuan tersebut menandai berakhirnya polemik yang sempat menyita perhatian publik dan memicu kegaduhan di Kota Surabaya.

Kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan, memberikan klarifikasi sekaligus menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran agar tak ada lagi stigma negatif di masyarakat dan kejadian serupa tak terulang kembali di masa depan.

Dalam mediasi itu, Muhammad Taufik menyampaikan permohonan maaf atas pelaporan ke Polda Jatim yang belakangan ini menimbulkan kegaduhan di Surabaya.

Baca Juga: Apa Itu Madas? Mengenal Ormas yang Dituding Terlibat dalam Pengusiran dan Perobohan Rumah Nenek di Surabaya

"Yang pertama, kami (Ormas Madas) meminta maaf kalau hal-hal ini (laporan ke polisi) membuat (Surabaya) tidak kondusif, membuat gaduh atau justru menjadi kerusuhan. Kami minta maaf," Ketua Umum DPP Madas Muhammad Taufik.

"Apa yang menjadi tujuan kami sebetulnya adalah memberikan klarifikasi, meluruskan bahwa stigma yang ada di masyarakat mengatakan bahwa Madas adalah preman, itu tidak benar," tuturnya.

Taufik kembali menjelaskan bahwa pihak Madas tidak memiliki keterlibatan dalam peristiwa perusakan dan pengusiran paksa terhadap Elina Widjajanti, seorang nenek berusia 80 tahun, yang terjadi pada 6 Agustus 2025 lalu.

Halaman:

Tags

Terkini