Kabar pelaporan Armuji ke Polda Jatim ini menyita perhatian publik. Banyak warganet yang mengaku geram dan bahkan mendesak pembubaran ormas yang kerap membuat resah warga Surabaya.
"Sudah jelas Cak Ji klarifikasi bilangnya itu oknum tapi kok ya dilaporkan ke polisi, bukannya malah introspeksi dan perbaiki diri, bubarkan saja lah ormas yang bikin rusuh di Suroboyo," komentar salah satu warganet.
"Sangat disayangkan sampe Cak Ji dilaporkan ke polisi, gara-gara kejadian ini semua orang Madura kena dampaknya. Ormas harusnya bisa bantu tertibkan karena sering ada laporan oknum yang mengusik ketenangan warga," komentar warganet lainnya.
"Aku keturunan Meduro tapi salut dengan ketegasan Cak Ji, kalo salah ya ditindak, apalagi aksi premanisme kaya gini selalu bikin resah masyarakat," komentar netizen lainnya.
Sebelumnya, Cak Ji sendiri juga sudah memberikan klarifikasi. Dalam unggahan di akun Instagramnya, Armuji menjelaskan bahwa ia tidak menyalahkan ormas manapun dalam kejadian ini.
"Mohon dipahami, saya menyebutnya oknum dan tidak menyalahkan ormas manapun. Karena kasus Nenek Elina ini sudah masuk proses hukum dan ditangani Polda Jatim, maka harapan kami situasi tetap kondusif, jaga ketertiban," ucap Cak Ji.
"Kami juga akan mengawal terus kasus ini, memastikan proses hukum berjalan dengan baik agar nenek Rlina mendapatkan keadilan," pungkasnya.
Sementara itu, Ormas Madas juga melaporkan oknum-oknum lain yang diduga ikut terlibat dalam tindakan pengusiran dan pembongkaran paksa rumah Nenek Elina.
Laporan tersebut disampaikan ke Polda Jatim sebagai bentuk penindakan terhadap aksi premanisme yang ikut mencoreng nama baik Madas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!