Tanpa golok dan hanya berbekal tongkat, Dhani harus menembus semak berduri, tanah licin, serta jurang yang menganga tepat di bawah pijakannya.
Beberapa kali ia nyaris terpeleset, namun langkahnya tak pernah surut. Cuaca memang dilaporkan cerah, tetapi jalur yang dilalui tetap sangat berbahaya.
“Kemarin juga hampir terperosok saya, karena yang diinjak itu ternyata sudah rapuh dan di bawahnya langsung jurang. Sehingga saya mencari alternatif jalan yang di atasnya,” tutur Dhani.
Sepanjang proses pencarian, Dhani terus memanggil nama putranya.
“Saya panggil anak saya, Ali. Tapi tidak ada jawaban. Saya langsung turun ke bawah. Tantangannya luar biasa, licin, durinya banyak,” ucapnya.
Kesunyian hutan menjadi saksi jeritan seorang ayah yang berharap ada jawaban, namun yang terdengar hanya angin, rimbunnya pepohonan, dan sunyi yang mencekam.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Dhani akhirnya turun dari area pencarian setelah tim SAR menyarankan agar upaya dihentikan sementara demi keselamatan.
Hingga saat itu, Syafiq belum ditemukan. Meski demikian, perjuangan Dhani telah memperlihatkan makna cinta orang tua yang tak mengenal batas.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Pendaki Gunung Indonesia, kisah Dhani Rusman menjadi pengingat bahwa di balik setiap operasi pencarian orang hilang di alam bebas, terdapat keluarga yang menaruh harapan besar dan doa tanpa henti.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!