news

Heboh Utang PLN Tembus 711 Triliun, Warganet Soroti Gaji Direksi, Tunjangan hingga Bonus Tahunan: Nilainya Fantastis Mencapai Ratusan Miliar!

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi perusahaan monopoli listrik di Indonesia yang dikabarkan punya utang 711 T, PLN dinilai punya manajemen buruk, Gaji direksi hingga tunjangan komisaris ramai disorot (Freepik/ evening_tao)

SketsaNusantara.id - Perusahaan Listrik Negara (PLN) belakangan ini mendadak jadi sorotan tajam publik setelah dikabarkan punya hutang dengan jumlah fantastis mencapai 711 T.

Perusahaan plat merah yang berperan sebagai penyedia listrik dengan jutaan pelanggan di Indonesia, PLN tengah menghadapi tantangan berat.

Kabar ini mencuat di tengah sorotan lembaga Center for Budget Analysis (CBA) yang menyoroti lonjakan uang PLN yang dinilai tidak wajar. Terbaru, total utang PLN tercatat tembus Rp711,2 triliun.

CBA membeberkan data neraca keuangan PLN yang menunjukkan tren negatif. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2024 lalu, tercatat PLN memiliki utang Rp711 triliun, naik sekitar Rp56,2 triliun dari utang tahun 2023 lalu yang berkisar Rp655 triliun.

Baca Juga: Pasokan BBM dan Listrik Terganggu akibat Banjir–Longsor Sumatera, PLN hingga Pertamina Ungkap Upaya Pemulihan dalam Rapat di Kemendagri

Utang tersebut mencakup utang jangka pendek dan jangka panjang yang digunakan untuk berbagai keperluan operasional dan investasi perusahaan. Utang jangka pendek naik dari 143,1 triliun jadi Rp172 triliun dan jangka panjang naik Rp27,3 triliun.

CBA menyebut kenaikan ini jika dirata-ratakan mencapai sekitar Rp4,7 triliun per bulan atau Rp156,7 miliar per hari. Sementara itu, laba bersih turun dari Rp22 T menjadi Rp17,7 T (penurunan 4,3 T).

Analisis ini kemudian menjadi bahan kritik publik karena laba PLN pada periode yang sama justru tercatat turun.

Berdasarkan laporan keuangan resmi PLN, perusahaan tetap mencatat laba bersih pada 2024 sebesar sekitar Rp17,7 triliun, meskipun lebih rendah dibanding laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp22 triliun. Artinya, meskipun perusahaan tidak merugi secara total, laba yang diperoleh memang mengalami penurunan.

Baca Juga: Utang Indonesia Sentuh Rp9.138 Triliun, Kemenkeu Minta Publik Tak Panik

Utang yang terus bertambah dengan laba bersih yang kian menurun, CBA menilai ada ketimpangan manajemen yang serius.

Lonjakan utang PLN ini juga mendapat sorotan tajam dari Komisi IV DPR RI dan menjadi perbincangan hangat publik di media sosial.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak tentang efisiensi manajemen dan penggunaan kredit perusahaan, mengingat PLN adalah perusahaan milik negara yang memegang monopoli bisnis kelistrikan di Indonesia.

"PLN punya utang ratusan triliun, padahal rakyat rutin bayar listrik tiap bulan dengan jutaan pelanggan tanpa pesaing, tapi kenapa utangnya makin membengkak?" komentar salah satu warganet di Instagram.

Halaman:

Tags

Terkini