SketsaNusantara.id - MADAS, salah satu organisasi masyarakat (ormas) dituding terlibat dalam insiden pengusiran dan perobohan rumah Elina Widjajanti, seorang lansia di Surabaya.
Tudingan tersebut muncul usai beredar video pengusiran Elina dari kediamannya di Dukuh Kuwukan, Lontar, Sambikerep, Surabaya.
Usai video tersebut viral, salah seorang kerabat Elina sekaligus saksi mata, Iwan Effendy mengatakan, salah seorang oknum ormas yang terlibat dalam insiden tersebut mengenakan pakaian dengan tulisan ‘MADAS’.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Resmi Keluarkan Aturan Batasi Penggunaan HP dan Internet pada Anak, Ini Alasannya
Hal ini membuat ormas MADAS langsung disorot publik, lantaran diduga bertindak anarkis dalam insiden tersebut.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji juga mengecam tindakan yang diduga dilakukan oknum ormas MADAS.
Profil Organisasi Masyarakat MADAS
Secara akronim, MADAS merupakan singkatna dari Madura Asli sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari laman resminya.
Baca Juga: Surabaya Lumpuh Total! Ribuan Buruh Jatim Blokir Jalan Protokol, Tolak UMP 2026 Sebesar Rp2,4 Juta
Organisasi tersebut diklaim didirikan atas dasar semangat solidaritas antar sesama warga keturunan Madura yang merantau.
Berdasarkan visi yang dicantumkan di laman resminya, ormas MADAS dibentuk untuk mendukung program-program pemerintah sekaligus membentuk warga Madura lebih bermartartabat, bermoral dan berakhlakuk karimah.
Ormas MADAS diketahui memiliki sejumlah perwakilan di beberapa provinsi seperti Jawa Timur, Jakarta, Bali, Banten, Jawa Barat juga Jawa Tengah.