Senin, 6 Juli 2026

Justice for Oma Elina! Viral Nenek 80 Tahun di Surabaya Diusir Paksa hingga Rumah Diratakan Oknum Ormas, Cak Ji Pastikan Proses Hukum Berjalan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 25 Desember 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi kisah memilukan Nenek Elina, lansia berusia 80 tahun yang mendapat perlakuan tak manusiawi: diusir paksa oknum ormas hingga rumahnya diratakan dengan tanah (Instagram/viral_forjustice)
Ilustrasi kisah memilukan Nenek Elina, lansia berusia 80 tahun yang mendapat perlakuan tak manusiawi: diusir paksa oknum ormas hingga rumahnya diratakan dengan tanah (Instagram/viral_forjustice)

SketsaNusantara.id - Media sosial belakangan ini ramai menyoroti nasib memilukan yang menimpa seorang lansia bernama Elina Wijayanti, warga Dukuh Kuwukan, Lontar, Sambikerep, Surabaya.

Nenek berusia 80 tahun yang telah menempati rumah warisan keluarganya sejak 2011 itu mendadak diusir secara paksa oleh sekelompok orang yang mengaku anggota organisasi masyarakat (ormas).

Bukan hanya diusir, seluruh barang miliknya dirampas, hingga rumah yang selama ini menjadi tempat berteduhnya dirobohkan paksa hingga rata dengan tanah.

Baca Juga: Datangi Nenek Elina, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Tegur RT dan RW Setempat: Ini Tidak Manusiawi, Kok Diam Saja

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @wakandatalks, diketahui, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada 6 Agustus 2025 di kediaman Elina yang berada di Jalan Dukuh Kuwukan No. 27, Sambikerep, Surabaya.

Willem Mintarja, kuasa hukum nenek Elina menceritakan kronologis singkat saat sekelompok orang datang dipimpin oleh dua orang berinisial SM dan YS, mengklaim bahwa rumah tersebut telah dibeli sejak tahun 2011 lalu.

Padahal, pihak keluarga menegaskan bahwa nenek Elina tidak pernah menjual rumahnya sejak tinggal di sana lebih dari satu dekade.

Elina sempat menolak dan mencoba mempertahankan haknya. Namun para pelaku justru memaksa masuk, mengancam akan mengangkat paksa penghuni rumah bila tidak segera keluar.

Baca Juga: Tragis, Arjun Pemuda Perantau Tewas Dianiaya Setelah Tidur di Masjid Sibolga, Begini Kronologinya

Aksi pengusiran itu berlanjut brutal dan dinilai tidak manusiawi. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak nenek Elina ditarik, diseret paksa, bahkan digendong keluar.

Meski ia berusaha melawan, nenek Elina tak punya tenaga dan hanya bisa merelakan rumahnya dibongkar paksa sekumpulan oknum berjumlah 50 orang. Akibat tindakan kasar tersebut, Elina mengalami memar pada wajah dan bibir serta hidungnya mengalami pendarahan.

Tak berhenti sampai di situ, beberapa hari kemudian datang alat berat ke lokasi. Rumah Elina yang menjadi saksi kehidupannya selama bertahun-tahun itu akhirnya dihancurkan tanpa proses hukum yang jelas.

Baca Juga: Pastikan Perhatian Pemerintah Terhadap Lansia, Menteri Sosial Gus Ipul: Kami Siapkan Berbagai Program Kesejahteraan

Barang-barang berharga serta dokumen penting nenek Elina pun hilang. Karena itulah, korban langsung melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur dengan dugaan pengeroyokan, penganiayaan, hingga perusakan rumah secara bersama-sama.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @wakandatalks, Instagram @cakj1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X