Viral di media sosial, kasus ini seketika menyita perhatian publik dan jadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Tak sedikit yang menyayangkan tindakan tidak manusiawi oknum dan menyayangkan tetangga atau RT/RW setempat yang tidak membela nenek Elina hingga tempat tinggalnya rata dengan tanah.
Kasus ini pun mendapat atensi dari Armuji. Wakil Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Ji itu lantas datang langsung ke lokasi melihat kondisi rumah nenek Elina yang kini tinggal sudah rata dengan tanah.
Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan "brutal", tidak manusiawi dan harus diproses secara hukum. Bahkan Cak Ji menegur pihak RT dan RW yang mengaku tidak mengetahui proses terjadinya pengusiran dan perobohan tersebut.
"Omong kosong kalo sampe tetangga atau RT/RW nggak ada yang tahu, gimana kok bisa sampe nenek ini rumahnya rata dengan tanah? tidak manusiawi apalagi sampai melukai seorang ibu," kata Cak Ji dalam video yang diunggah akun Instagram @viral_forjustice.
Oknum yang melakukan eksekusi dan mengaku dari pihak yang membeli rumah disebut tidak mampu menunjukkan bukti sah jual beli ketika kejadian berlangsung yang membuat warganet geram.
Sementara itu, Samuel, orang yang disebut-sebut sebagai pihak pembeli rumah, mengklaim bahwa pelaku yang melakukan eksekusi di lapangan bukan ormas tertentu melainkan orang-orang yang dikenalnya.
Meski begitu, pemerintah kota menegaskan bahwa alasan apa pun tidak bisa membenarkan tindakan main hakim sendiri.
"Orang yang mengeksekusi rumah nenek ini mengaku dari ormas, kalopun bukan dari Madas ya nanti biar yang bersangkutan beri hukuman, karena sudah bikin keributan dan mencemarkan nama baik ormas tersebut," kata Armuji tegas.
Armuji memastikan bahwa Pemerintah Kota Surabaya akan mengawal jalannya proses hukum bersama Polda Jawa Timur dan Satreskrim Polrestabes Surabaya.
"Saat ini, proses hukum sudah berjalan dan sudah dalam tahap penyelidikan oleh Polda Jatim, dan akan dikawal oleh @satreskrim_polrestabessby," tulis Armuji dalam unggahan di akun Instagram @cakj1.
"Saya akan terus mengawal kasus ini, agar tidak ada lagi aksi serupa di Surabaya. Mohon maaf atas kegaduhan ini," imbuhnya.
Cak Ji juga meminta masyarakat ikut membantu mengawasi agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan dan pelaku bisa bertanggung jawab di mata hukum.
Artikel Terkait
Viral di Surabaya! Petugas SPBU Dikeroyok 7 Pria Usai Diingatkan untuk Patuhi Larangan, Apa Bahaya Merokok Dekat Bahan Bakar?
Ketua AJI Surabaya Kecam Tindakan Kekerasan oleh Aparat Terhadap 2 Wartawan yang Meliput Demo, Sebut Polisi Tak Paham Tugas Jurnalis
Apa Arti 'Ter-L' yang Diucapkan BigMo? Viral TikToker Muhammad Jannah Hina Surabaya, Kena Semprot Cak Ji hingga Sindiran Pedas Chef Arnold Poernomo
Apa itu Rumen? Pemkot Surabaya Tegas Melarang Warga Buang Limbah Sapi ke Sungai Pasca Penyembelihan Hewan Kurban, Ini Dampaknya bagi Lingkungan
Wali Kota Surabaya Jelaskan Alasan Tutup Lahan Parkir Toko, Izin dan Jukir Liar Jadi Penyebabnya
Viral, Warga Menduga Ada Oknum yang hanya Angkut Kayu Pilihan di Tengah Puing Banjir Aceh Tamiang: Jangan yang Pakai Nomor Saja yang Diangkat!