SketsaNusantara.id - Organisasi Masyarakat (ormas) Madas memberikan klarifikasi terkait insiden pembongkaran paksa rumah Elina Widjajanti, seorang lansia di Surabaya.
Ormas Madura Nusantara (Madas) ini dituding ikut terlibat dalam penggusuran rumah nenek Elina pada 6 Agustus 2025 lalu.
Hal ini diungkap salah seorang saksi yang juga kerabat korban yang berada di lokasi kejadian saat insiden pengusiran terjadi.
Baca Juga: Surabaya Lumpuh Total! Ribuan Buruh Jatim Blokir Jalan Protokol, Tolak UMP 2026 Sebesar Rp2,4 Juta
“Di bajunya ada tulisan Madas,” ujar Iwan, kerabat sekaligus saksi mata insiden yang terjadi di kawasan Dusun Kuwukan, Kelurahan Lontas, Surabaya itu.
Pernyataan itu disampaikan Iwan saat Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mendatangi nenek Elina pada 24 Desember 2025.
Pria yang akrab disapa Cak Ji ini juga sempat meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum ormas tersebut usai mendengar kesaksian Iwan.
“Kita berharap untuk Pak Kapolda, Pak Kapolres untuk segera ditindak oknum Madas,” ujar Armuji seperti dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTubenya pada 25 Desember 2025.
Menanggapi hal tersebut, ormas Madas segera memberikan klarifikasi melalui akun Instagramnya @dpp_madasnusantara.
Dalam pernyataan resminya, Madas menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam insiden penggusuran rumah Nenek Elina.
“Terkait kasus penghancuran rumah seorang nenek di Surabaya, kami menegaskan bahwa MADAS Nusantara (Madura Asli Nusantara) tidak terlibat dalam peristiwa tersebut,” tulis akun @dpp_madasnusantara.