Menurut Andja, kedua daerah tersebut relatif tidak terdampak bencana karena masih memiliki tutupan hutan yang baik.
"Dibandingkan dengan daerah Pulo Aceh, mereka masih memiliki banyak hutan,"
"Aceh Selatan juga hutan mereka masih banyak yang bagus jadi hanya sedikit sekali terdampak banjir," jelasnya.
Dampak bencana ini juga menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok dengan ketersediaan yang terbatas.
Meski demikian, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini mulai berangsur normal setelah sebelumnya sempat langka dan mencapai harga Rp50ribu per liter.
"Namun sampai hari ini masih terjadi kelangkaan gas elpiji. Banyak pelaku UMKM terpaksa menutup sementara usahanya karena tidak ada gas," ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian warga kini beralih memasak menggunakan kayu bakar atau kompor minyak tanah sebagai alternatif.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!