Menurut Andja, kedua daerah tersebut relatif tidak terdampak bencana karena masih memiliki tutupan hutan yang baik.
"Dibandingkan dengan daerah Pulo Aceh, mereka masih memiliki banyak hutan,"
"Aceh Selatan juga hutan mereka masih banyak yang bagus jadi hanya sedikit sekali terdampak banjir," jelasnya.
Dampak bencana ini juga menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok dengan ketersediaan yang terbatas.
Meski demikian, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini mulai berangsur normal setelah sebelumnya sempat langka dan mencapai harga Rp50ribu per liter.
"Namun sampai hari ini masih terjadi kelangkaan gas elpiji. Banyak pelaku UMKM terpaksa menutup sementara usahanya karena tidak ada gas," ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian warga kini beralih memasak menggunakan kayu bakar atau kompor minyak tanah sebagai alternatif.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Cerita Mengharukan dari Posko Pengungsian Aceh, Pengungsi Banjir Berbagi Makanan kepada Relawan yang Datang Membantu
Pray for Jember, Sejumlah Wilayah Terendam Banjir Akibat Cuaca Ekstrem, Luapan Sungai Mengakibatkan Jembatan Terputus, Begini Kondisinya
Banjir Genangi Rumah Warga, Bupati Jember Gus Fawait: Developer Perumahan di Pinggir Sungai Akan Dipanggil
Banjir dan Longsor Landa Jember, Ratusan Warga Terdampak Akibat Cuaca Ekstrem
Jember Diterjang Banjir, 2 Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Desa Jubung Ambruk
Satgana PMI Kabupaten Jember Bergerak Cepat Tangani Banjir, Salurkan Makanan dan Layanan Kesehatan Hingga Dini Hari