Kamis, 4 Juni 2026

Alih Fungsi Hutan ke Sawit, Aceh Tamiang Alami Dampak Banjir Paling Parah

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Desember 2025 | 12:30 WIB
Desa Baling Karang, Kec. Sekerak, Aceh Tamiang. (Instagram @rumahrelawanremajaofficial)
Desa Baling Karang, Kec. Sekerak, Aceh Tamiang. (Instagram @rumahrelawanremajaofficial)

SketsaNusantara.id - Bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang belum menunjukkan tanda-tanda membaik meski telah memasuki pekan ketiga.

Kerusakan parah, akses yang terputus, serta deretan korban yang belum ditemukan masih menghantui sebagian besar wilayah di provinsi tersebut.

Hingga saat ini, 10 dari 17 kabupaten terdampak masih mengalami kerusakan masif.

Baca Juga: Solidaritas Tanpa Batas, Shin Tae-yong Salurkan Donasi Korban Banjir Aceh Tamiang Lewat Hantam Bola Indonesia

Daerah-daerah tersebut meliputi Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Nagan Raya.

Andjani Azzahra, pemuda asal Aceh yang juga menjadi korban bencana, mengatakan banyak rumah warga kini tak lagi layak huni.

Pascabencana, sejumlah rumah terendam lumpur hingga setinggi tiga meter.

Baca Juga: Banjir Pujian, Shin Tae Yong Diam-Diam Berikan Donasi Ribuan Dollar ke Aceh, Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Korban Terdampak Bencana Sumatera

"Kalau rumah batu masih tertimbun lumpur. Tapi untuk rumah kayu, seperti di Aceh Tamiang, itu habis tak tersisa," ujar Andjani, yang akrab disapa Andja, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Andja mengungkapkan, sejumlah daerah terdampak seperti Aceh Tamiang merupakan kawasan dengan aktivitas penebangan hutan dan alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit secara masif.

Sementara di Aceh Tengah, gunung-gunung telah berubah menjadi area perkebunan.

Baca Juga: Gagasan Ferry Irwandi Distribusikan Komoditas Cabai Terealisasi, Perekonomian Aceh Tengah dan Bener Meriah Bangkit

"Di Aceh Tengah memang tidak ada sawit, tapi gunung-gunung mereka habis dijadikan kebun kopi, cabai, sayuran, dan tanaman lainnya," katanya.

Kondisi berbeda terlihat di wilayah lain seperti Pulo Aceh dan Aceh Selatan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X