Harimau mengandalkan indra mereka yang tajam untuk mendeteksi perubahan lingkungan halus yang mengindikasikan banjir akan datang.
Mereka mungkin sudah merasakan getaran atau pergerakan tanah yang halus akibat peningkatan aliran air atau tanah longsor kecil di hulu yang tidak dapat dirasakan manusia.
Selain itu, peningkatan kelembapan dan bau tanah serta tumbuhan yang terbawa oleh aliran air yang meningkat di hulu mungkin tercium oleh indra penciuman harimau yang sangat tajam.
Harimau juga memiliki naluri bertahan hidup, terlebih selama musim hujan. Ketika mereka mulai merasakan area jelajah tergenang air, mereka akan mencari area yang lebih aman untuk ditinggali.
Naluri bertahan hidup mendorong satwa liar ini untuk mencari tempat aman di dataran yang lebih tinggi. Perubahan perilaku ini sering kali menjadi peringatan dini alami bagi mereka, yang kerap kali tak disadari oleh manusia.
Ketika harimau merasakan perubahan di lingkungan sekitarnya, perilaku mereka akan berubah menjadi lebih mudah gelisah, dan mulai berpindah ke tempat yang secara efektif menjadi mekanisme peringatan dini bagi mereka untuk menghindari bahaya jika terjadi bencana alam.
Singkatnya, satwa liar memang bereaksi terhadap tanda-tanda fisik yang mendahului bencana alam. Mereka melakukannya bukan karena punya "indra keenam", melainkan karena kemampuan sensorik biologis mereka yang begitu tajam.
Perilaku harimau yang masuk ke pemukiman warga sebelum banjir menerjang Aceh, bisa menjadi pembelajaran bagi manusia sebagai bagian dari peringatan dini sebelum terjadi bencana.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini