Kamis, 4 Juni 2026

Warga Aceh Ungkap Harimau Sempat Turun dari Hutan Sebelum Banjir Datang, Ini Penjelasan Ahli soal Satwa Liar yang Punya Insting Akan Terjadi Bencana

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 15 Desember 2025 | 06:05 WIB
Ilustrasi Harimau turun dari hutan ke pemukiman warga sebelum banjir menerjang Aceh, yang jadi pertanda alam sebelum terjadi bencana (Freepik/ wirestock.)
Ilustrasi Harimau turun dari hutan ke pemukiman warga sebelum banjir menerjang Aceh, yang jadi pertanda alam sebelum terjadi bencana (Freepik/ wirestock.)

Unggahan ini mencuri perhatian publik yang dilihat lebih dari 70 ribu pengguna medsos. Banyak warganet yang menilai tingkah laku aneh satwa liar tersebut menjadi pertanda dari alam sebelum terjadi bencana.

"Pertanda dari alam. Harimau kayanya memang punya insting dan bisa ngerasain kalau tanah yang mereka injak tidak baik-baik saja, makanya dia turun dari hutan ke pemukiman warga yang dirasa aman untuk tempat berlindung, hanya saja kadang manusia gak paham," komentar salah seorang netizen.

Baca Juga: Tuai Protes! Gajah Sumatra Dikerahkan untuk Bantu Bersihkan Kayu Gelondongan Pasca Banjir Menerjang Aceh, Teuku Zacky: di Mana Hati Nurani Kalian?

Lantas, benarkah hewan punya insting dan bagaimana satwa liar mengetahui akan datangnya bencana alam?

Mengutip dari situs National Geographic, satwa liar memang memiliki insting akan datangnya bencana. Bukan hal mistis, binatang seperti harimau hingga gajah tidak "meramal" terjadinya bencana, namun mereka bisa merasakan perubahan yang ada pada tempat tinggal di sekitarnya.

Naluri atau perilaku hewan seperti ini sudah dirasakan sejak zaman purbakala. Hal tersebut menjadi mekanisme pertahanan satwa liar untuk menyelamatkan diri dari ancaman jika terjadi bencana alam.

Catatan tertua dari Yunani pada tahun 373 SM menyebutkan perilaku tikus yang secara misterius meninggalkan kota sebelum terjadi gempa bumi.

Baca Juga: Najwa Shihab Kenang Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu, Bandingkan dengan Banjir Sekarang: Bencananya Beda, Tapi Cemasnya Sama

Pengamat lingkungan menjelaskan bahwa hewan memiliki kemampuan sensorik khusus yang berevolusi untuk bertahan hidup. Hal tersebut memungkinkan mereka merasakan perubahan lingkungan yang tidak terdeteksi oleh manusia.

Beberapa hasil penelitian menyebut beberapa hewan dapat merasakan gelombang primer gempa bumi yang bergerak cepat melalui tanah, beberapa detik atau bahkan lebih awal dari gelombang sekunder yang lebih merusak dan getarannya baru bisa dirasakan manusia.

Burung misalnya, sangat sensitif terhadap perubahan tekanan udara yang bisa dirasakan sebelum terjadi badai atau tsunami. Mereka menggunakan kemampuan sensorik dan mengubah jalur ke tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.

Gajah mampu mendeteksi suara berfrekuensi sangat rendah (infrasonik) dan getaran tanah dari jarak berkilo-kilometer juga sempat menunjukkan perilaku aneh dan mengungsi ke tempat lebih tinggi sebelum tsunami menerjang Aceh pada tahun 2004 silam.

Baca Juga: BNPB Ungkap Banyak Pemda Tidak Siap Hadapi Bencana, Padahal BMKG Sudah Beri Warning 8 Hari sebelum Banjir dan Longsor Sumatera Terjadi

Beberapa spesies binatang juga disebut-sebut bisa mendeteksi perubahan halus dalam medan elektromagnetik bumi atau pelepasan gas sebelum terjadi gempa atau letusan gunung berapi.

Dalam hal ini, apa yang ditampakkan pada perilaku aneh harimau sebelum terjadi banjir di Aceh dapat dipahami secara ilmiah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: National Geographic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X