news

Tuai Protes! Gajah Sumatra Dikerahkan untuk Bantu Bersihkan Kayu Gelondongan Pasca Banjir Menerjang Aceh, Teuku Zacky: di Mana Hati Nurani Kalian?

Selasa, 9 Desember 2025 | 09:30 WIB
Potret Gajah Sumatera yang dikerahkan untuk ikut membantu bersihkan puing-puing kayu gelondongan di wilayah terdampak banjir di aceh yang menuai protes publik (Instagram/humaspolrespidiajaya_poldaaceh)

Hutan yang menjadi rumah bagi Gajah semakin habis dibabat untuk pembukaan lahan sawit dan kini mereka pun harus turun membantu membersihkan dampak dari bencana yang diakibatkan kerusakan lingkungan yang dilakukan manusia.

“Bencana ini ulah manusia, gajah ikut jadi korban tapi malah mereka juga yang disuruh beresin. Udah rumahnya dirampas, sekarang dieksploitasi. Emang manusia gak ada empati nuraninya ya," tulis akun @citracicii.

"Manusia merusak habitatnya, gajah yang diusir pun juga ikut dimintai tolong untuk membersihkan kerusakan bencana, lihatnya jadi sakit hati, mending kalian pakai robot yang beli 3 M itu, jangan siksa gajah yang harusnya dilindungi," protes akun @jajang.kurnia13.

"Kasian gajahnya, mungkin kalo mereka bisa ngomong, mereka juga protes karena kayu gelondongan yang diangkutnya itu dari pohon dambil dari hutan tempat tinggal mereka yang dirusak, sedih banget," tulis akun @miiraaq.

Baca Juga: Beredar Video Anggota Kepolisian Latih Robot Humanoid dan Robo Dog untuk Atraksi HUT Bhayangkara 2025, Warganet Ramai Pertanyakan soal Anggaran

Sementara itu, Kapolres Pidie Jaya turut memberikan penjelasan mengenai tujuan kedatangan gajah. Selain untuk membantu proses pembersihan, gajah-gajah tersebut juga dihadirkan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi anak-anak yang terdampak banjir.

"Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir," ujar Kapolres Pidie Jaya dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @humaspolrespidiejaya_poldaaceh.

"Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis terutama bagi anak-anak terdampak bencana," terangnya.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif bagi masyarakat.

Baca Juga: Satgas Ungkap 15 Titik Jalan Putus, 27 Jembatan Rusak, dan Alasan Bantuan Aceh Terpaksa Dikirim Melalui Jalur Udara

Sebagaimana diketahui, banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hanya dipicu cuaca ekstrem, tetapi diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat perambahan hutan yang semakin masif.

Indonesia kehilangan lebih dari 10 juta hektare hutan dalam dua dekade terakhir, dan sebagian besar dialihfungsikan untuk pembukaan lahan sawit. Ketika hutan lenyap, tanah kehilangan penyangga alami, aliran air tak lagi tertahan, dan banjir hingga tanah longsor menjadi ancaman yang tak terhindarkan.

Dikabarkan populasi Gajah Sumatera saat ini hanya tersisa 150 ekor karena habitat mereka kian menyempit yang juga ikut mengancam satwa lainnya seperti Orang Utan hingga Harimau Sumatra.

Kondisi ini membuat publik semakin geram, terlebih ketika melihat satwa liar yang seharusnya dilindungi justru ikut memikul beban akibat kesalahan manusia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini