Hutan yang menjadi rumah bagi Gajah semakin habis dibabat untuk pembukaan lahan sawit dan kini mereka pun harus turun membantu membersihkan dampak dari bencana yang diakibatkan kerusakan lingkungan yang dilakukan manusia.
“Bencana ini ulah manusia, gajah ikut jadi korban tapi malah mereka juga yang disuruh beresin. Udah rumahnya dirampas, sekarang dieksploitasi. Emang manusia gak ada empati nuraninya ya," tulis akun @citracicii.
"Manusia merusak habitatnya, gajah yang diusir pun juga ikut dimintai tolong untuk membersihkan kerusakan bencana, lihatnya jadi sakit hati, mending kalian pakai robot yang beli 3 M itu, jangan siksa gajah yang harusnya dilindungi," protes akun @jajang.kurnia13.
"Kasian gajahnya, mungkin kalo mereka bisa ngomong, mereka juga protes karena kayu gelondongan yang diangkutnya itu dari pohon dambil dari hutan tempat tinggal mereka yang dirusak, sedih banget," tulis akun @miiraaq.
Sementara itu, Kapolres Pidie Jaya turut memberikan penjelasan mengenai tujuan kedatangan gajah. Selain untuk membantu proses pembersihan, gajah-gajah tersebut juga dihadirkan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi anak-anak yang terdampak banjir.
"Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir," ujar Kapolres Pidie Jaya dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @humaspolrespidiejaya_poldaaceh.
"Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis terutama bagi anak-anak terdampak bencana," terangnya.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif bagi masyarakat.
Sebagaimana diketahui, banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hanya dipicu cuaca ekstrem, tetapi diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat perambahan hutan yang semakin masif.
Indonesia kehilangan lebih dari 10 juta hektare hutan dalam dua dekade terakhir, dan sebagian besar dialihfungsikan untuk pembukaan lahan sawit. Ketika hutan lenyap, tanah kehilangan penyangga alami, aliran air tak lagi tertahan, dan banjir hingga tanah longsor menjadi ancaman yang tak terhindarkan.
Dikabarkan populasi Gajah Sumatera saat ini hanya tersisa 150 ekor karena habitat mereka kian menyempit yang juga ikut mengancam satwa lainnya seperti Orang Utan hingga Harimau Sumatra.
Kondisi ini membuat publik semakin geram, terlebih ketika melihat satwa liar yang seharusnya dilindungi justru ikut memikul beban akibat kesalahan manusia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Sentil Pemerintah, Melanie Subono Sampaikan Pesan Menyentuh Soroti Gajah Sumatera yang Mati Akibat Terseret Banjir di Aceh: Maafkan Kami...
Laju Deforestasi di Indonesia 24 Tahun Terakhir, 1 Juta Hektar Hutan Hilang di 2016, Terbanyak di Kalimantan
Rocky Gerung Sebut Pemerintah Gagal Menanggulangi Bencana di Sumatra: Bangsa Kaya Raya tapi Paradoks
Setara 260 Kali Jarak Bumi ke Bulan! Jerome Polin Soroti Luas 10 Juta Hektar Hutan Indonesia Akibat Deforestasi: Kita Semua yang Nanggung Resikonya
Ketua DPR RI Puan Maharani Tanggapi Ajakan Patungan Beli Hutan Sejumlah Masyarakat: Ayo Gotong Royong...
Sampaikan Pesan Menyentuh, Paus Leo XIV Turut Berduka Atas Bencana yang Melanda Indonesia, Desak Dunia Turun Tangan Bantu Korban Banjir Sumatera