news

WALHI Beberkan Kerusakan Hutan 2016–2024 di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Ratusan Izin Tambang hingga Proyek Energi Terkait Deforestasi

Jumat, 5 Desember 2025 | 22:00 WIB
Bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumbar dan Sumut menelan 442 korban meninggal dunia. (bnpb.go.id)

“Itu semua mendorong kerusakan hutan, perubahan bentang hutan, berbagai izin tadi otomatis membuat fungsi hutan sebagai pengatur tata air itu hilang,” katanya.

WALHI menyebut bahwa kemampuan hutan untuk menahan air menurun sehingga air dengan debit besar langsung masuk ke daerah aliran sungai.

Temuan WALHI Aceh menunjukkan 90 persen daerah aliran sungai di Aceh mengalami kerusakan karena aktivitas pertambangan ilegal. Kondisi serupa juga ditemukan di Sumatera Barat.

Perubahan bentang alam membuat wilayah tersebut semakin rentan ketika hujan turun dalam intensitas besar. Kayu gelondongan yang terbawa arus menjadi salah satu indikator kerusakan di bagian hulu.

Kerusakan hutan dan perubahan fungsi daerah aliran sungai memperlihatkan besarnya tantangan dalam pengelolaan hutan di tiga provinsi.

Banjir bandang dan longsor yang terjadi berulang kali memperkuat temuan WALHI mengenai dampak deforestasi dalam jangka panjang.

Temuan ini menjadi bagian dari diskusi publik yang terus berkembang terkait tata kelola hutan dan pengawasan perizinan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini