SketsaNusantara.id - Duka mendalam kembali menyelimuti Indonesia. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sejak akhir November 2025 menimbulkan kerugian besar, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.
Situasi kemanusiaan semakin memprihatinkan, sebagaimana disampaikan dalam unggahan akun Instagram @bushcoo yang memuat data terkini dari BNPB.
Dilansir SketsaNusantara.id dari postingan tersebut dituliskan bahwa jumlah korban tewas akibat bencana tersebut terus meningkat, kini mencapai angka yang mengkhawatirkan.
“BNPB melaporkan jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatera terus meningkat, kini mencapai 441 jiwa,” tulis unggahan @bushcoo tersebut.
Selain itu, korban yang hingga saat ini belum ditemukan berjumlah 406 orang, sementara 646 warga mengalami luka-luka. Kondisi darurat juga memaksa sekitar 292 ribu jiwa mengungsi.
“Total warga terdampak mencapai 1,1 juta jiwa dengan 209,7 ribu di antaranya terpaksa mengungsi,” lanjutnya.
Bencana ini memengaruhi 46 kabupaten/kota di Sumatera, sehingga pemerintah mempercepat langkah penanganan darurat di lapangan.
BNPB menyebutkan, kerusakan infrastruktur menjadi tantangan besar dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan medis.
“Tercatat 827 rumah rusak berat, 694 rusak sedang, dan 1.300 rusak ringan,” tambahnya.
“Selain itu, 43 fasilitas pendidikan dan kesehatan ikut terdampak, serta 133 jembatan mengalami kerusakan membuat akses di banyak lokasi terputus,” jelasnya.
Kondisi tersebut menuntut respon cepat dari berbagai pihak. Namun di tengah kesedihan, suara publik menunjukkan kegelisahan serta kritik terhadap pemerintah yang dianggap lamban dan kurang hadir.