SketsaNusantara.id - Sejumlah minimarket di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga dijarah oleh sejumlah warga.
Video yang memperlihatkan aksi penjarahan tersebut beredar di media sosial hingga menjadi sorotan.
Aksi tersebut diduga dilakukan oleh korban banjir yang belum mendapatkan bantuan.
Baru-baru ini, beredar video pengakuan salah seorang pelaku penjarahan yang juga merupakan korban banjir.
Video pengakuan itu diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Minggu, 30 November 2025.
Dalam video tersebut, seorang pria paruh baya mengaku sebagai salah satu penjarah minimarket.
Pria yang tidak menyebutkan namanya ini mengawali video pengakuannya dengan permintaan maaf kepada minimarket Alfamart.
“Kepada pemilik Alfamart, sebelumnya saya meminta maaf karena saya juga salah satu yang menjarah toko Alfamart tersebut,” ujar pria itu sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id.
Ia mengaku terpaksa melakukan penjarahan karena keterbatasan makanan dan kondisinya yang tengah terjebak banjir.
“Saya sebenarnya tidak niat untuk berbuat itu, cuma karena keterbatasan makanan yang kami miliki, kami juga terjebak banjir,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Polres Jember Mulai Terapkan Tilang Elektronik per Desember 2025, Ini Kelengkapan Kendaraan yang Harus Disiapkan
Presiden Rusia Vladimir Putin Ucapkan Rasa Belasungkawa Atas Bencana Banjir yang Melanda Pulau Sumatera
Di Balik Pencopotan Gus Yahya dari Jabatan Ketum PBNU dan Respons PBNU yang Menggerakkan TPF hingga Rencana Muktamar
Banjir dan Longsor Meluas di Sumatera, Pemerintah Utamakan Pemulihan Daerah dan Respons Korban di Tengah Risiko Siklon dan MCC
Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun Digulirkan, Menkeu Ungkap Alur Penggunaan Dana dan Usulan Tambahan Airlangga untuk Ekonomi Daerah
2 Hari Berturut Polri Kirim Bantuan ke Sumut, Bulog Diminta Lipatgandakan Suplai untuk Sumbar