"Produk ultra proses melenggang bebas dan tunggu nyinyiran negara asing menertawakan program unggulan presiden: jadi proyek bagi-bagi cuan," katanya.
Tanpa ahli gizi, menurutnya dapat menyebabkan matinya kepakaran.
"Ahli gizi disamakan seperti tukang masak dan tenaga bebersih. Gak heran posting SPPG cuma diisi angka-angka hitungan kalori. Bukan kualitas pangan, anak obses makin gendut, anak normal jadi kecanduan jajan. Ibu-ibu miskin miskin literasi makin hepi karena hemat uang jajan, ibu-ibu cerdas kian cemas," jelasnya.
Terakhir, ia menyoroti perihal rekrutmen posisi jabatan SPPG.
"Katanya buka lapangan kerja. Padahal yang kerja tidak sesuai tupoksi, ditekan dengan kekuasaan, marwah profesi hilang bersama tiran keserakahan dan kekuasaan,"
"Yakin ini tujuan @prabowo dengan MBG nya?," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!