news

Prabowo Soroti Kekayaan RI yang Hilang ke Luar Negeri dan Janji Hentikan Kesenjangan

Selasa, 18 November 2025 | 06:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto minta pejabat harus bekerja lebih cepat dan tak sekadar omon-omon. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah penekanan penting saat menghadiri peluncuran perangkat smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi pada 17 November 2025.

Kehadirannya menjadi bagian dari agenda transformasi pendidikan digital yang tengah dijalankan pemerintah.

Acara tersebut juga dihadiri jajaran kementerian, pemerintah daerah, para guru, dan siswa sekolah.

Baca Juga: Mengapa Natalius Pigai Tidak Masuk Daftar Reshuffle? Ini Penjelasan Kinerja, Penghargaan, dan Alasan Ia Tetap Dipertahankan Prabowo

Dalam pidato yang disampaikan di hadapan para peserta, Prabowo menyoroti pengelolaan kekayaan alam Indonesia.

Ia menyebut persoalan tersebut telah berlangsung lama dan membutuhkan pembenahan serius.

Menurutnya, kekayaan nasional belum dikelola dengan baik sehingga manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat.

Baca Juga: Pulihkan Martabat Pendidik, Prabowo Pakai Hak Prerogatif untuk Guru Luwu Utara yang Dipecat dari Status ASN karena Tudingan Pungli

Prabowo menjelaskan pandangannya terkait tantangan tersebut.

“Kita harus akui karena kita sebagai bangsa, terutama para pemimpin-pemimpinnya kurang pandai untuk menjaga dan mengelola kekayaan tersebut, maka ratusan tahun kekayaan kita diambil oleh bangsa lain,” ujarnya.

Pernyataan itu merujuk pada kondisi yang dianggapnya perlu segera diubah melalui kebijakan yang lebih tegas.

Ia menegaskan bahwa kekayaan Indonesia tidak boleh hanya dinikmati kelompok tertentu.

Prabowo menyoroti adanya pihak yang tidak menunjukkan kecintaan terhadap Tanah Air, namun tetap memperoleh keuntungan dari sumber daya Indonesia. Kondisi itu, menurutnya, tidak boleh terus berlanjut.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan, “Indonesia tidak boleh mempertahankan keadaan di mana yang menikmati kekayaan Indonesia hanya segelintir orang.”

Halaman:

Tags

Terkini