SketsaNusantara.id - Kolektif Sudut Kalisat kembali menggelar perhelatan musik dan seni bertajuk Olby Gigs, sebuah pertunjukan yang dirancang sebagai malam penuh cinta dan perayaan di Ruang Ingatan.
Nama 'Olby' sendiri, kata Karin, ketua panitia Olby Gigs, merupakan akronim dari Oliv dan Alby, pasangan yang merayakan 100 hari menjalin cinta sejak Agustus lalu. Namun, acara ini bukan hanya tentang mereka saja.
Olby Gigs hadir sebagai bentuk perayaan-perayaan kecil bagi siapapun yang sedang merayakan dan dirayakan.
"Kami ingin memberi ruang untuk malam yang penuh cinta. Malam untuk merayakan segala sesuatu yang membahagiakan, khususnya bagi teman-teman yang sedang berulang tahun, dan tentu untuk Oliv dan Alby," jelas Karin.
Selain merayakan kasih sayang, di malam Olby Gigs juga menjadi tempat menyampaikan maklumat seperti manifesto terkait rencana penguatan isu gumuk pada tahun mendatang.
"Harimau telah menjadi narasi, kini gumuk harus dijunjung kembali di hadapan publik dan dikembalikan ke semestinya," tambahnya.
Pertunjukan Olby Gigs dibuka dengan Tari Gandrung dari Oliv, perempuan yang sedang berbahagia malam ini.
"Tari Gandrung menjadi pertanda bahwa leluhur akan mendukung sesuatu yang membahagiakan," ucapnya.
Deretan ragam penampil dengan karakter musikal yang kuat juga disuguhkan di Ruang Ingatan.
Baca Juga: Prosesi Restu Ibu: Merawat Ingatan Kolektif bersama Sudut Kalisat Melalui Festival Kampung Lorstkal
Grey Castle membuka kehangatan malam dengan dentuman shoegaze yang seolah menyihir dan mendoakan keberlangsungan cinta yang hadir malam itu.
Grup Selokan Belakang membawa energi melalui garage rock.