Dikutip dari tulisan Klaus H. Schreiner ‘Pencipta Pahlawan-Pahlawan Nasional’ yang dimuat Outward Appreances karya Henk Schulte Nordholt, tidak diketahui dengan pasti pertimbangan maupun alasan Abdul Muis diangkat menajdi pahlawan nasional pertama di Indonesia.
Abdul Muis sendiri merupakan sastrawan, pejuang, wartawan dan politisi asal Bukittinggi, Sumatera Barat.
Lewat tulisannya, ia mengkritisi Belanda hingga kemudian dipercaya menjadi pemimpin redaksi surat kabar Kaum Media milik Sarekat Islam di Bandung.
Tak hanya itu, dikutip dari situs Kemendikbud, Abdul Muis juga tercatat sebagai anggota Sarekat Islam yang didirikan oleh Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto.
Selain menulis berita dan artikel tentang politik, pria bergelar Soetan Penghoeloe ini juga dikenal sebagai penulis novel sejarah hingga cerita pendek.
Beberapa karyanya seperti Salah Asuhan sempat menarik perhatian dari berbagai kalangan terkemuka saat itu.
Novel romansa tersebut menggambarkan kondisi budaya masyarakat Indonesia saat masa penjajahan Belanda.
Novel yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Tiongkok dan Jepang ini juga diangkat ke layar lebar pada tahun 1972.
Pria yang wafat di Bandung ini juga sempat menerjemahkan sejumlah karya dari sastrawan Amerika Serikat Mark Twain bertajuk Tom Sawyer Anak Amerika.
Abdul Muis yang wafat pada 17 Juni 1959 ini kemudian dimakamkan di Taman Pahlawan Cikutra, Bandung, Jawa Barat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!