Sabtu, 18 Juli 2026

Marsinah, Calon Pahlawan Nasional dari Kaum Buruh

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:59 WIB
Menteri Sosial Syaifulloh Yusuf memberikan sambutan pada acara seminar pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional yang diselenggarakan Forum Aliansi Pemuda Nganjuk (FAPN). (SketsaNusantara.id)
Menteri Sosial Syaifulloh Yusuf memberikan sambutan pada acara seminar pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional yang diselenggarakan Forum Aliansi Pemuda Nganjuk (FAPN). (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Spirit sosok Marsinah sebagai pejuang hak-hak kaum buruh terus dikenang. Nilai-nilai kepahlawanan itu harus terus ditanamkan dalam diri generasi muda. Sehingga pembelaan kepada kaum tertindas terus berkobar.

ltu adalah petikan kesimpulan dalam seminar nasional pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional, Jumat 10 Oktober 2025. Kegiatan digelar oleh Forum Aliansi Pemuda Nganjuk (FAPN) bertempat di Hotel Front One.

Menteri Sosial Syaifulloh Yusuf hadir sebagai keynote speaker. Hadir pula Didik Prajoko dari Universitas lndonesia, Irwan Setiawan dari Komnas Perempuan dan llham Ali Saifuddin dari Sarbumusi.

Baca Juga: Alhamdulillah! Kesepakatan Gencatan Senjata Tercapai, Israel Hentikan Serangan Genosida di Gaza, Muhammad Husein: Kemenangan bagi Seluruh Umat Manusia

Seminar diikuti 250 peserta. "Mereka berasal dari perwakilan organisasi kepemudaan di Nganjuk," ujar Ahmad Malik, Ketua FAPN.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengakui ide pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional muncul saat Hari Buruh 1 Mei 2025. "Lalu kami bekerja keras menyiapkan administrasinya, termasuk dengan pihak keluarga dan teman-teman almarhumah," ujarnya.

Usulan Marsinah menjadi pahlawan nasional, lanjutnya, sebagai pengingat kepada bangsa. "Bahwa ada pejuang tangguh yang perjuangkan hak-hak dari desa bernama Marsinah," imbuhnya.

Baca Juga: PBNU Tegas Tolak Atlet Israel Bertanding di Indonesia, Gus Fahrur: 'Tidak Ada Manfaat'

Menteri Sosial mengakui kepahlawanan Marsinah. "Sebagai simbol keberanian yang sederhana tapi menggetarkan," ujarnya.

Pria akrab disapa Gus lpul ini menambahkan, keberanian sosok Marsinah menggugah hati nurani. "Bahwa keringat manusia harus diupah yang sesuai, itu yang diperjuangkan Marsinah, meski dia harus kehilangan nyawa," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Agus Jabo Priyono. Wakil Menteri Sosial ini menegaskan sejak masih mahasiswa, dirinya mengidolakan sosok Marsinah. "Meski usianya sama dengan saya, tapi dia mati karena berjuang dan melawan ketidakadilan atas sistem yang menghisap para buruh," ujarnya.

Baca Juga: Tito Karnavian Ungkap Pemborosan Daerah: Rapat 2 Kali Jadi 10, Perjalanan 4 Kali Jadi 20

Sebagai mantan aktivis 1998, dirinya mengakui Gerakan Reformasi saat itu tidak bisa dilepaskan dari gerakan yang dilakukan Marsinah. "Yang dilakukan Marsinah menginspirasi dan memberikan kontribusi besar dalam sistem perpolitikan di lndonesia, dari ketidakadilan menjadi demokrasi," imbuhnya.

lrwan Setiawan dari Komnas Perempuan mengapresiasi usulan gelar pahlawan nasional bagi Marsinah. "Karena almarhumah tahun 2015 diberi penghargaan sebagai perempuan pembela HAM," ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X