news

Pasang Badan untuk Whoosh, Prabowo Tegaskan Sikapnya soal Utang Kereta Cepat: Saya Tanggung Jawab!

Selasa, 4 November 2025 | 20:15 WIB
Kereta cepat Woosh jadi polemik (X @Franken_blues)

 

SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto hari ini, Selasa 4 November 2025 secara resmi meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru. 

Di tengah peresmian salah satu fasilitas transportasi publik tersibuk di Jakarta tersebut, Presiden Prabowo secara khusus menyinggung polemik yang sedang memanas saat ini yakni isu hutang kereta cepat Whoosh.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan agar masyarakat dan seluruh pihak terkait tidak perlu merasa khawatir atau meributkan masalah utang proyek Whoosh yang mencapai sekitar Rp116 triliun.

Baca Juga: Ignasius Jonan Dipanggil ke Istana Bahas Program Pemerintah, Termasuk Kereta Cepat? Eks Menhub: Soal Whoosh Sih Beliau...

"Enggak usah khawatir, ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya," tegas Prabowo dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Metro TV.

Lebih jauh Prabowo meminta agar proyek Whoosh tidak dipolitisasi dan dipertanyakan semata-mata dari sisi hitungan untung dan rugi.

Menurutnya, transportasi publik harus dilihat dari aspek Manfaat Pelayanan Publik atau Public Service Obligation.

Baca Juga: Hasto Beberkan Megawati Pernah Tegur Jokowi soal Whoosh, Sebut Tak Sepenting Pendidikan dan Bendungan Petani

"Whoosh itu, semua public transport di seluruh dunia itu, jangan dihitung untung-untung, rugi-rugi. Hitung manfaat enggak untuk rakyat? Di seluruh dunia begitu. Itu namanya public service obligation," jelas Presiden.

Ia menjelaskan bahwa segala sarana teknologi modern yang dihadirkan untuk kepentingan rakyat adalah tanggung jawab negara. 

Uang untuk subsidi pelayanan publik, termasuk kereta api, berasal dari pajak dan kekayaan negara.

Untuk meredakan kekhawatiran publik, Presiden Prabowo juga mengungkapkan perhitungan konkret mengenai kemampuan negara dalam melunasi utang Whoosh.

"Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun," ungkapnya.

Prabowo menjamin bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan sanggup menyelesaikan kewajiban tersebut, terutama jika kebocoran dan praktik korupsi dapat dicegah secara sungguh-sungguh.

Halaman:

Tags

Terkini