news

Mengenal Bukak Bumi, Tradisi Petani di Nganjuk Awali Musim Tanam Padi

Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:35 WIB
Para petani sedang menyantap berkat, hidangan tradisonal di acara bukak bumi. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id — Tradisi bukak bumi digelar di Desa Mlorah, Rejoso, Nganjuk Jumat 31 Oktober 2025 pagi. Ratusan petani menghadiri kegiatan yang berlokasi di pematang besar (galeng gedhe) selatan makam umum.

Tampak hadir Kepala Desa Mlorah beserta perangkatnya. Juga pihak Babinsa dari Koramil Rejoso.

Baca Juga: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pemerintah Sebut Ini Bukti Keberpihakan Prabowo kepada Petani di Seluruh Indonesia

Jalan di tengah area persawahan itu penuh sesak para petani. Mereka datang membawa ambeng (menu makanan tradisional lengkap yang ditaruh di loyang) sendiri dari rumah masing-masing.

Rangkaian kegiatan dipimpin Kiai lmam Hartoyo, modin Desa Mlorah yang juga Ketua MWCNU Rejoso. Suasana penuh khidmat menyelimuti peserta hingga rangkaian acara selesai.

Baca Juga: Dari Tragedi Sengkon dan Karta: Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Indonesia

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk menyongsong musim tanam padi. "Dengan harapan agar diberikan kelancaran, kemudahan dan hasil panen yang melimpah," ujar Kiai Imam Hartoyo.

Acara ini dikenal masyarakat sebagai Bukak Bumi atau sedekah bumi. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan doa bersama.

Dia juga menyampaikan harapan mendalam bagi seluruh masyarakat petani. "Harapannya dengan diadakan doa bersama ini kita selalu diberi kelancaran, kemudahan, kejayaan, jauh dari balak dan musibah dalam bekerja serta mengharap ridha-Nya,” ujarnya.

Baca Juga: Menteri Amran Bongkar 212 Merek Beras Premium Tak Sesuai Standar, Tegaskan Perang Lawan Mafia Pangan hingga Pupuk Palsu yang Rugikan Petani

Selain menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT, acara ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. "Sebagai media untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan," imbuhnya.

Kegiatan ini juga diakuinya untuk menunjukkan semangat religius dan budaya yang tetap terjaga. "Masyarakat Desa Mlorah berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan sebagai tradisi turun-temurun yang membawa berkah bagi seluruh petani," pungkasnya.***

 Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini