news

Proyek Kereta Cepat Whoosh Diduga Sarat Permainan, Negara Bisa Rugi Rp75 Triliun?

Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:37 WIB
Jokowi dan kereta cepat Whoosh. (X @alisyarief)

Dugaan Pemufakatan Jahat dan Mark Up Anggaran

Anthony menduga adanya kesepakatan yang melanggar aturan dalam proses pemilihan proyek tersebut.

“Kenapa kemahalan ini tetap dipilih? Ini yang saya katakan bahwa ada satu pemufakatan jahat di mana yang lebih mahal tetap dipilih dan ini merugikan negara totalnya Rp75 triliun,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa angka tersebut belum termasuk dugaan mark up anggaran. “Tadi 5,5 miliar dolar Amerika itu sudah sangat mahal yang menjadi 6,07 miliar dolar Amerika. Kalau kita komparasi dengan proyek-proyek sejenis, paling mahal itu sekitar 4 miliar dolar Amerika,” sambungnya.

“Jadi, ada dugaan mark up di sini paling sedikit 2 miliar dolar Amerika,” tegas Anthony.

Selain itu, ia juga menyoroti dugaan manipulasi evaluasi dalam proses pengadaan. Menurutnya, beberapa komponen biaya tidak dimasukkan dalam perhitungan. “Ada beberapa komponen biaya yang memang sengaja dipisahkan atau tidak dimasukkan ke dalam proyek evaluasi, kayak tadi suku bunga, bunga pinjamannya,” paparnya.

Beban Utang Lintas Pemerintahan

Bambang Widjojanto, yang juga hadir dalam diskusi tersebut, menyoroti dampak panjang utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terhadap keuangan negara.

“Sebenarnya seluruh proses ini membebani keuangan negara, bukan hanya jumlah tapi periode yang melampaui beberapa kepala pemerintahan Indonesia ke depan,” kata Bambang.

“Jadi ini dosanya tuh kok akumulasi panjang banget,” imbuhnya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung kini menimbulkan beban utang hingga mencapai Rp116 triliun.

Pemerintah disebut tengah bernegosiasi untuk memperpanjang masa pembayaran dari 40 tahun menjadi 60 tahun.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan fiskal di tengah kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman yang terus berjalan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini