SketsaNusantara.id - Mahfud MD kembali bersuara terkait dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang belakangan jadi sorotan.
Ia mengomentari dugaan korupsi Whoosh yang tak kunjung diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dalam sebuah video wawancara yang diunggah akun X @Ary_PrasKe2, mantan Menko Polhukam tersebut menduga ada hal yang membuat langkah KPK terkesan lamban dalam menanggapi kasus tersebut.
“Dugaan saya takut. Entah takut pada siapa,” jawab Mahfud ketika ditanya hal yang diduga menjadi ganjalan KPK dalam menggelar penyelidikan kasus tersebut.
Apalagi, menurut Mahfud dugaan korupsi proyek Whoosh sudah mulai mencuat ke publik sejak beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, dugaan korupsi tersebut mulai muncul usai pernyataan Menteri Keuangan Purbaya terkait utang Whoosh.
Baca Juga: Di Balik Utang Rp116 Triliun Proyek Whoosh, Mahfud MD Singgung Pengaruh China hingga Risiko Hukum
“Begini loh ini sudah ramai pada tanggal 12-13 ketika Pak Purbaya mengatakan saya nggak akan bayar utang,” ujar Mahfud lagi.
3 Hari setelah pernyataan Menkeu Purbaya, Mahfud MD juga sempat angkat bicara terkait isu utang jumbo dan dugaan mark up proyek Whoosh.
Akibat pernyataan pada 14 Oktober 2025 itu, Mahfud MD sempat diminta KPK untuk membuat laporan yang langsung ia tolak.
Baca Juga: Mahfud MD Tantang KPK, Sebut Lembaga Antirasuah Keliru 2 Kali Tanggapi Isu Whoosh
“Diminta ngelapor, untuk apa? Nggak ada kerjaan. Nggak ada di dalam hukum itu orang wajib melapor,” imbuhnya lagi.
Selanjutnya, Mahfud MD mengungkapkan beberapa langkah yang sepatutnya dilakukan KPK terkait dugaan korupsi Whoosh.